Connect with us

KUKAR

Loa Duri Ilir Kembangkan Telur Omega dan Susu Kambing, Buka Peluang Usaha Peternakan

Published

on

Pengembangan usaha peternakan menjadi salah satu upaya desa di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat. Desa Loa Duri Ilir menjadi salah satu contoh melalui pengembangan ternak penghasil telur omega dan kambing perah yang menghasilkan susu untuk dipasarkan.

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengapresiasi langkah pemerintah desa yang tetap mendorong kegiatan produktif di tengah keterbatasan fiskal daerah dan penurunan nilai Alokasi Dana Desa (ADD) serta Dana Desa (DD). Menurutnya, program ketahanan pangan perlu diarahkan agar tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menciptakan kegiatan ekonomi yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kami berterima kasih karena pemerintah desa tetap memberi perhatian pada ketahanan pangan. Loa Duri Ilir sudah mengembangkan ternak telur omega dan kambing yang menghasilkan susu. Ini menunjukkan ada upaya untuk mengolah potensi desa menjadi kegiatan yang produktif,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Pengembangan dua jenis usaha peternakan tersebut membuka peluang bagi desa untuk memiliki sumber pangan dengan karakteristik berbeda. Telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang dapat dikonsumsi masyarakat, sedangkan susu kambing menawarkan alternatif produk olahan peternakan yang berpotensi memiliki nilai jual tersendiri.

Hery menjelaskan, susu kambing yang dikembangkan di Loa Duri Ilir telah melalui proses sterilisasi. Pengolahan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan produk sebelum dipasarkan kepada konsumen.

“Dengan pengolahan yang lebih baik, Kita berharap produk peternakan memiliki daya tarik dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Ia menyebut harga susu kambing dalam kemasan botol sedang sekitar Rp30 ribu per botol berdasarkan informasi yang diketahuinya. Produk tersebut juga disebut memiliki cita rasa yang relatif ringan sehingga lebih mudah diterima konsumen. Meski demikian, harga jual dan karakteristik produk tetap perlu disesuaikan dengan kualitas, ukuran kemasan, serta kondisi pasar.

“Produk yang dihasilkan jangan berhenti hanya untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan sendiri. Kalau pengelolaannya terus diperbaiki, kualitas dijaga, dan pemasarannya diperluas, usaha seperti ini bisa menjadi sumber pendapatan yang bermanfaat bagi masyarakat desa,” katanya.

Dalam pengembangan usaha peternakan, keberlanjutan produksi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Ketersediaan pakan, kesehatan ternak, kualitas hasil produksi, serta kepastian pasar berpengaruh terhadap kemampuan usaha untuk bertahan. Pengelolaan yang konsisten diperlukan agar kegiatan peternakan tidak hanya berjalan sebagai program sesaat, tetapi berkembang menjadi usaha yang menghasilkan.

Hery berharap pengembangan peternakan di Loa Duri Ilir dapat terus diperkuat melalui pengelolaan yang terencana dan dukungan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan akan semakin terasa apabila mampu menghubungkan kebutuhan pangan dengan peningkatan pendapatan warga.

“Harapannya, potensi yang sudah dimiliki desa dapat terus dikembangkan. Ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga kegiatan produktif yang dibangun sekarang bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tutupnya. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

POPULER