Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Dari Minyak Jelantah hingga Jahe Gajah, Geliat UKM di Balik Kontribusi Ekspor Kaltim

Published

on

Dari Minyak Jelantah hingga Jahe Gajah, Geliat UKM di Balik Kontribusi Ekspor Kaltim
Gubernur Kaltim Isran Noor (tengah) dalam pelepasan ekspor Kaltim. (Foto: istimewa)

Nama Kalimantan Timur (Kaltim) belakangan santer terdengar di media. Lantaran menjadi lokasi pemindahan ibu kota negara (IKN). Namun sebelum itu, Kaltim sudah lebih dahulu populer berkat sederet kontribusinya bagi Indonesia. Salah satunya kontribusi di bidang perekonomian, dengan torehan ekspor yang mengagumkan.

Menyimpan kekayaan alam yang sedemikian luasnya, menjadikan Kaltim sasaran investasi beragam perusahaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Baik migas maupun nonmigas, keduanya memberikan angka yang begitu besar dalam catatan ekspor negara.

Pada 2021 silam saja, total nilai ekspor Kaltim pada akhir tahun mencapai Rp13,5 triliun. Dengan total ekspor nasional mencapai Rp35,03 triliun, torehan Benua Etam, julukan Kaltim, jelas bukan kaleng-kaleng.

Provinsi yang dipimpin Gubernur Isran Noor ini menyumbang sekira sepertiga pendapatan ekspor negara. Menjadikan Kaltim sebagai provinsi penyumbang ekspor terbesar kedua Indonesia, di bawah Jawa Barat.

Hebatnya, nilai ekspor yang demikian besar itu diprediksi terus bertambah. Lantaran dibarengi penambahan pelaku ekspor dari tahun ke tahun. Yang menarik, para pemain baru ini berasal dari kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) yang kerap dipandang sebelah mata.

Isran Noor menyatakan, kegigihan para pelaku UKM Kaltim menembus pasar ekspor wajib diapresiasi. Pasalnya mereka membuktikan pandemi bukan menjadikan malas, melainkan mesti terus beraktivitas.

Hal tersebut dapat dilakukan berkat sinergi yang sangat baik antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaltim serta dinas terkait di kabupaten dan kota, pemerintah pusat dan stakeholder lainnya. Dalam hal ini termasuk pihak swasta, asosiasi terkait, Bank Indonesia, serta Himbara.

Baca juga:   Sukmawati Dorong Pemerintah Berikan Ruang Kegiatan Positif Anak Muda

“Jujur saja, peran UKM sangat besar di Provinsi Kaltim,” sebut Isran Noor.

Ekspor ini pun didukung fakta bahwa ekspor sudah bisa langsung dilakukan ke negara tujuan melalui Pelabuhan Kariangau Balikpapan.

Karenanya, Isran mengingatkan supaya pelaku UKM mampu menangkap peluang lain dari rencana pemindahan IKN ke Kaltim. Yaitu melalui produk-produk berkualitas dan berdaya saing.

Puluhan UKM Go International

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim M Sa’duddin. (Foto: Indagkop Kaltim)

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim M Sa’duddin menerangkan, sudah ada 42 UKM di Kaltim yang sukses melakukan ekspor sejak tahun 2020. Rinciannya, enam UKM hasil perikanan, tiga UKM hasil perkebunan, tujuh UKM hasil pertanian, sebelas UKM kayu/moulding/decking, sembilan UKM kerajinan, satu UKM limbah minyak jelantah, empat UKM food and beverages dan satu UKM home decor.

“UKM-UKM ekspor itu tersebar di enam kabupaten dan kota,” urainya.

Sebanyak 21 UKM ada di Samarinda, 5 UKM ada di Berau, 2 UKM di Kutai Timur (Kutim), 2 UKM di Bontang, 6 UKM di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dan 6 UKM di Balikpapan.

Ekspor UKM berupa kayu dengan tujuan ekspor Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan, Jerman, Italia, Singapura, Belanda, Amerika, dan Arab Saudi. Ekspor lidi nipah sawit tujuan India. Ekspor udang dengan tujuan Jepang, Inggris, dan Taiwan.

Baca juga:   Abdunnur Sah Jabat Rektor Unmul, Mas Menteri dan Wagub Kaltim Pesankan Ini

Kemudian rumput laut dikirim ke Korea dan Tiongkok. Kayu dan merica dari Berau diekspor ke Singapura, Amerika Serikat, Afrika Selatan dan Islandia. Faty palm acid dikirim ke Tiongkok. Minyak jelantah diekspor ke Belanda dan Malaysia, ikan segar dan palm kernel ke Tiongkok.

Selanjutnya kopra, lada dan lidi sawit dikirim ke Finlandia, Pakistan dan India. Rumput rayung dan ikan asin ke Pakistan dan Australia. Pisang, amplang dan jahe gajah dari Kutim diekspor ke Malaysia, Taiwan, Kanada, Pakistan dan Oman.

Kemudian dari Balikpapan ada damar batu, cubeb dan long pepper dikirim ke Bangladesh. Roasted coffe ke Singapura, tikar dan patung dari Samarinda diekspor ke Jerman, Malaysia dan Australia.

Buah naga Balikpapan dikirim ke Amerika Serikat dan bungkil sawit Samarinda dikirim ke Tiongkok. Asesoris manik dari Balikpapan juga laku dijual ke Amerika Serikat dan Malaysia. Begitu juga kerajinan kayu dari Samarinda sukses dikirim ke Malaysia. Sedangkan kerajinan rotan dari Kukar diekspor ke Brunei Darussalam.

Masker kain asal Samarinda pada tahun 2021 juga berhasil dijual ke Jepang dan Amerika Serikat. Dari Samarinda juga kerajinan rotan, manik batu dan mandau sukses diantarkan ke Malaysia, Singapura dan Belanda.

Tahun ini teh gaharu asal Bontang juga laku terjual ke Korea Selatan. Kerupuk udang, kerupuk pisang, keripik singkong produk dan abon dari UKM Samarinda pun sukses dikirim ke Algeria dan Afrika.

Baca juga:   Gerakkan Ekonomi Daerah, Wali Kota Bontang Wajibkan ASN Belanja ke Pedagang Lokal

Produk ekspor UKM lainnya adalah kakao dari Berau yang sukses dikirim ke Belanda, Jepang dan Amerika Serikat. Kemudian bungkil sawit dan home decor dari Kutai Kartanegara laku terjual ke Tiongkok, Australia dan Maladewa.

“Sedangkan madu dari Berau tahun ini sudah diekspor ke Hong Kong, Malaysia dan Amerika Serikat,” ungkap Sa’duddin.

Sa’duddin mengungkapkan, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk membantu mewujudkan visi Kaltim Berdaulat. Khususnya misi kedua yakni Berdaulat dalam pemberdayaan ekonomi wilayah dan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Lebih khusus lagi dalam tujuan tiga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023 yakni “Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas”.

Terutama dalam sasaran 8, yaitu meningkatnya nilai ekspor nonmigas dan batu bara dengan strategi yang dilakukan adalah dengan peningkatan daya saing komoditas nonmigas dan batu bara di pasar internasional.

Demi menuju pencapaian sasaran itu, kata dia, maka arah kebijakan Kaltim dititikberatkan pada penguatan dan pengembangan pasar produk unggulan daerah, pengembangan UKM berorientasi ekspor dan peningkatan efisiensi pelayanan, pengamanan, dan perlindungan ekspor.

“Program prioritas kami adalah pengembangan ekspor. Kami bantu juga dengan promosi ke pasar-pasar internasional dengan mempertemukan UKM unggulan kita dengan para calon pembeli di luar negeri,” tegas Sa’duddin. (redaksi/ADV DISKOMINFO KALTIM)

PENULIS: Lukman

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.