Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Demi Data Berkualitas, Diskominfo Kaltim Mulai ‘Cicil’ Persiapan Evaluasi Statistik 2026

Published

on

Diskominfo Kaltim gelar Coaching EPSS Tahap I untuk persiapkan evaluasi statistik sektoral 2026. Fokus pada inventarisasi bukti dukung demi data pembangunan yang berkualitas.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat dalam membenahi tata kelola data daerah. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemprov mulai memanaskan mesin untuk menghadapi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026.

Langkah awal ini ditandai dengan pelaksanaan Coaching EPSS Tahap I yang digelar di Ruang Wiek, Kantor Diskominfo Kaltim, pada Kamis 22 Januari 2026. Forum ini menjadi wadah strategis bagi perangkat daerah untuk membedah kesiapan teknis sebelum evaluasi sesungguhnya bergulir.

Sisir Bukti Dukung

Statistisi Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Ika Wahyuni, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah inventarisasi bukti dukung. Pihaknya mengajak perwakilan perangkat daerah untuk mulai menyisir satu per satu domain penilaian, mulai dari aspek kelembagaan, kualitas data, hingga keselarasan dengan standar statistik nasional.

“Kami sudah mulai menginventarisir bukti dukung EPSS 2026. Hari ini kita akan sama-sama memasukkan bukti dukung dan mulai menyisir satu per satu domain EPSS,” ujar Ika di sela-sela kegiatan.

Langkah “mencicil” ini dinilai penting agar saat masa evaluasi tiba, seluruh indikator penilaian sudah terpenuhi dengan data yang valid dan akuntabel.

Targetkan Peningkatan Nilai

Sementara itu, Pranata Komputer Madya Badan Pusat Statistik (BPS), Muhammad Syahril, yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa EPSS bukan sekadar formalitas administrasi. Evaluasi ini merupakan instrumen vital untuk mengukur kematangan penyelenggaraan statistik sektoral di level pemerintah provinsi.

Syahril berharap persiapan dini yang dilakukan Diskominfo Kaltim dapat berdampak positif pada hasil indeks pembangunan statistik daerah.

“Evaluasi EPSS ini sudah kami sampaikan sejak Desember lalu. Evaluasi akan mengukur penyelenggaraan statistik sektoral di pemerintah provinsi. Diharapkan nilai yang diperoleh semakin meningkat, sehingga apa yang sudah didiskusikan dan disiapkan perlu terus dievaluasi,” jelas Syahril.

Melalui asistensi bertahap ini, Pemprov Kaltim juga menargetkan terciptanya satu data yang terintegrasi. Hal ini krusial mengingat data yang andal merupakan pondasi utama dalam setiap perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan di Benua Etam. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.