SEPUTAR KALTIM
Dishub Kaltim Benahi Terminal Sungai Kunjang, Angkot dan Ojol Ditata Ulang

Pemprov Kaltim terus memperkuat kualitas pelayanan transportasi darat. Melalui Dishub, pembenahan menyeluruh di Terminal Tipe B Sungai Kunjang, Samarinda kini menjadi prioritas utama untuk mewujudkan transportasi yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Rabu, 8 Oktober 2025, Dishub Kaltim bersama sejumlah instansi terkait membahas strategi penataan kembali operasional angkutan kota (angkot) dan transportasi online di kawasan terminal tersebut.
Rapat yang dipimpin Kepala UPTD Terminal Sungai Kunjang, Jaka Purwa Indarta, dihadiri perwakilan dari Satpol PP, Biro Hukum Setdaprov Kaltim, Dishub Kota Samarinda, serta jajaran Bidang LLAJ dan PKA Dishub Kaltim. Pembahasan difokuskan pada tiga aspek utama: peningkatan layanan terminal, penertiban angkutan, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Jaka Purwa Indarta menjelaskan, hingga kini sebagian besar angkot yang beroperasi di terminal belum melaksanakan kewajiban pembayaran retribusi. Di sisi lain, pengemudi angkutan online juga enggan mengambil penumpang di area terminal karena kerap terjadi gesekan dengan sopir angkot.
“Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap potensi PAD dan kenyamanan pengguna jasa terminal,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Biro Hukum Setdaprov Kaltim mengusulkan adanya koordinasi resmi dengan pihak transportasi online agar mereka diizinkan mengambil penumpang di area terminal dengan ketentuan tetap membayar retribusi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan PAD sekaligus menciptakan keadilan bagi seluruh pelaku usaha transportasi.
Selain itu, Dishub juga diminta melakukan pemeliharaan fasilitas umum terminal seperti toilet, musala, dan ruang tunggu agar terminal menjadi tempat yang nyaman dan layak bagi masyarakat.
Dari sisi keamanan, Satpol PP Kaltim menyatakan siap melakukan penjagaan di area terminal untuk mencegah konflik dan melindungi aset pemerintah. Sementara itu, Dishub Kota Samarinda mendorong agar mediasi antara sopir angkot dan pengemudi online segera dilaksanakan dengan melibatkan pihak kepolisian, camat, lurah, dan Kesbangpol.
“Suasana tertib dan harmonis harus tercipta agar kedua moda transportasi ini bisa beroperasi berdampingan tanpa konflik,” ujar perwakilan Dishub Kota Samarinda.
Sebagai tindak lanjut, akan digelar rapat lanjutan bersama para pemangku kepentingan, termasuk pihak kepolisian dan TNI, guna menyusun aturan operasional bersama di Terminal Sungai Kunjang. Selain itu, UPTD Terminal akan melakukan inventarisasi terhadap angkot dan kendaraan plat hitam (ilegal) yang masih beroperasi di kawasan terminal.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu menjadikan Terminal Sungai Kunjang sebagai simpul transportasi yang tertib, aman, dan berdaya guna bagi masyarakat Samarinda dan sekitarnya. (KRV/pt/portalkaltim/sty)
-
BERITA4 hari agoYamaha NMAX “TURBO” Modification Bikin Auto Pangling, Bawa Nuansa Nostalgia Balap Legendaris
-
SAMARINDA3 hari agoKolaborasi Yamaha Kaltim X Pemkot Samarinda di Grebek Pasar Rame dalam Aktivitas Festival Mahakam 2025: Hadirkan 11 Ribuan Pengunjung dalam Tiga Hari
-
PARIWARA1 hari agoMomen Spesial Anak Muda di Konser Musik Jadi Makin Asik dengan Kehadiran Grand Filano Hybrid
-
PARIWARA2 hari agoApresiasi Kemenangan Teknisi di World Technician Grand Prix 2025, Yamaha Gelar Seremoni Spesial
-
OLAHRAGA6 jam agoKejuaraan Balap Ikonik Yamaha Cup Race Bertandang ke Tasikmalaya, Bakal Hadirkan Euforia Memorable

