EKONOMI DAN PARIWISATA
Ekspor Perikanan Kaltim Melesat, 56 Ton Produk Laut Segar Terbang ke China Setiap Bulan
roduk perikanan asal Kalimantan Timur semakin diminati pasar internasional. Kini, sekitar 56 ton komoditas perikanan segar dari Kaltim rutin dikirim ke Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, China setiap bulan melalui penerbangan langsung (direct call) dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Keberadaan jalur penerbangan langsung ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha perikanan di Kaltim. Selain mempercepat distribusi, pengiriman melalui udara juga mampu menjaga kualitas dan kesegaran produk hingga tiba di tangan konsumen di negara tujuan.
Penerbangan Langsung Jadi Kunci Jaga Kualitas Produk
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Irma Listiawati, mengatakan layanan direct flight memberikan dampak besar terhadap daya saing komoditas perikanan daerah.
Menurutnya, produk laut segar membutuhkan waktu pengiriman yang cepat agar kualitasnya tetap terjaga saat memasuki pasar ekspor.
“Penerbangan langsung ini sangat penting untuk menjaga kualitas kesegaran produk laut andalan daerah kita hingga tiba di negara tujuan. Untuk sementara ini, penerbangan ekspor perikanan Kaltim ke China hanya terfokus di Kota Wenzhou,” ujarnya, dikutip dari Antara Kaltim, Senin (22/6/2026).
Layanan kargo udara tersebut mulai beroperasi sejak 14 Mei 2026 dengan jadwal penerbangan dua kali setiap pekan, yakni pada Senin dan Kamis. Dalam sekali penerbangan, kapasitas angkut mencapai sekitar 7 hingga 12 ton.
Komoditas yang dikirim didominasi produk segar seperti belut, kepiting, dan berbagai jenis ikan. Sementara untuk produk beku, seperti udang windu dan udang pink, masih diekspor melalui jalur laut.
Ekspor Tembus Rp230 Miliar, Udang Windu Masih Jadi Primadona
Kinerja ekspor perikanan Kaltim sepanjang tahun ini juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. DKP Kaltim mencatat selama periode Januari hingga Mei 2026, total ekspor perikanan mencapai 1.262 ton dengan nilai sekitar Rp230 miliar.
Pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan eksportir lokal yang aktif memasok produk unggulan daerah, di antaranya CV 3A dan PT Atlas Agung Abadi.
Dari seluruh komoditas yang diekspor, udang windu masih menjadi penyumbang terbesar. Volume ekspornya mencapai 769,9 ton dengan nilai transaksi sekitar Rp173,3 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa hasil perikanan Kalimantan Timur semakin memiliki daya saing di pasar global. Dengan dukungan jalur logistik yang semakin baik, peluang peningkatan ekspor produk perikanan Kaltim ke berbagai negara pun terbuka semakin lebar. (am)
-
PARIWARA4 hari agoReview Samsung Galaxy A06 HP Entry-Level Terbaik Samsung Tahun Ini dan Berikut Fiturnya
-
NUSANTARA4 hari agoDari Pesisir Selatan Sulawesi hingga Negeri di Atas Awan Toraja, GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Perdana Celebes Expedition
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDelapan Tersangka Korupsi KUR Bank BUMN di Samarinda Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp1,48 Miliar
-
SAMARINDA4 hari agoMahasiswa Desak Hak Angket DPRD Kaltim Segera Diparipurnakan, Soroti Harga BBM hingga Dugaan Pemborosan Anggaran
-
SAMARINDA3 hari agoIzin Andalalin Kafe NORDU Disorot, Dishub Samarinda Tunggu Arahan Wali Kota Usai Rapat Internal
-
BERITA1 jam agoPemprov Kaltim Buka Seleksi Komisaris dan Direksi BUMD 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
-
SAMARINDA3 hari agoPemkot Samarinda Cairkan Gaji ke-13 Juni Ini, BPKAD Pastikan Tak Terdampak Pemotongan TKD
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoYamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair 2026, Hadirkan Sensasi MotoGP untuk Pecinta Balap

