Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Ekspor Pisang Melejit, DPTPH Kaltim Bakal Bangun Pabrik Tepung di Kutim

Diterbitkan

pada

Pisang kepok Kaltim merupakan komoditi ekspor di bidang pertanian. (Diskominfo)

Jumlah ekspor pisang kepok di Kaltim terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun 2023. Melihat peluang itu, DPTPH Kaltim berencana menghadirkan produk baru berupa tepung pisang.

Pada Jumat 16 Februari 2024. Diskominfo Kaltim menggelar Jumpa Pers menghadirkan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura tentang prospek pengembangan bisnis pisang kepok. Acara digelar di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim pada pukul 13.30 Wita.

Berdasarkan data tiga bulan terakhir, jumlah ekspor pisang kepok ke Malaysia pada Oktober tembus 60 ton, bulan November 80 ton dan Desember 120 ton. Sedangkan untuk negara lain seperti Pakistan pada bulan Oktober mencapai 20 ton, November 40 ton dan Desember 60 ton. Melihat jumlah yang terus naik tersebut, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim berencana membuat produk terbaru yakni tepung pisang.

Baca juga:   Cerita Pengalaman Para Pekerja Proyek IKN yang Lakukan Pencoblosan di TPS Khusus

Libatkan Investor

Kepala DPTPH Sri Fahrisya Yana mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mencari investor untuk membangun pabrik tepung pisang di Kaltim.

“Memang yang sedang kita cari ini pabrik untuk tepung pisang, tapi karena kita tau ada di Kutai timur tidak mungkin pabriknya ada di Samarinda karena cost nya luar biasa,” ungkapnya, Jumat 16 Februari 2024.

Menurutnya, pabrik tepung pisang ini alam di bangun di daerah Kutai Timur. Karena lebih dekat dengan sumber bahan baku. Selain itu, di Kutai Timur sendiri sudah ada asosiasi petani yang siap bekerja sama.

“Dari sisi investasi lebih efisien,  dekat dengan sumber produksinya yang mau diolah pasti di Kutai timur. Dan di Kutai timur sendiri sudah menyiapkan asosiasi petani. Tinggal gong nya aja ini. Menunggu investor yang mau kesana,” kata Yana.

Baca juga:   BMKG Kaltim Sampaikan Prediksi Cuaca Sepekan ke Depan

Selama ini, UMKM di Kutai Timur yang telah terlibat dalam pengolahan pisang. Namun, Yana tidak menutup kemungkinan UMKM di Samarinda juga bisa dilibatkan jika ada kerja sama dengan investor.

“Kalau UMKM tu yang penting itu pasokan bahan bakunya itu harus selalu ada. Gak semua produksi terhenti karena bahan. Kalau bahannya jauh dan belum ada kerja sama dengan petani tentunya itu belum bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Dengan adanya pabrik tepung pisang di Kutai Timur. Harapannya nilai tambah pisang akan meningkat dan kesejahteraan petani pisang di Kaltim akan semakin baik.

“Di sana sudah ada CSR yang siap membantu mereka dalam hal peralatan UMKM untuk meningkatkan nilai tambah pisang itu,” pungkasnya. (dmy/gdc/fth)

Baca juga:   Kompilasi Momen Unik di Pemilu Kaltim, Ada yang Pakai Daster Hingga Kesurupan

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.