KUKAR
Fiskal Daerah Jadi Penentu Pengembangan Dunia Seni Kukar pada 2027


Pengembangan kehidupan seni dan budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2027 masih akan sangat dipengaruhi kemampuan fiskal daerah. Pemerintah Kabupaten Kukar berharap kondisi keuangan daerah membaik agar pembinaan pelaku seni dapat diperluas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan program secara lebih selektif. Meski demikian, pengembangan seniman tetap menjadi bagian yang akan diperhatikan dalam program kebudayaan.
“Kita tentu berharap kondisi fiskal tahun depan lebih baik. Kalau ruang fiskalnya memungkinkan, maka program pengembangan pelaku seni juga bisa kita tingkatkan,” kata Heriansyah, Rabu (17/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan pengembangan seni tidak hanya berkaitan dengan pemberian dukungan kepada pelaku seni ketika ada pertunjukan. Pemerintah juga perlu menciptakan kesinambungan melalui pembinaan, peningkatan kemampuan, penyediaan ruang pertunjukan hingga peluang bagi seniman memperoleh penghasilan dari profesinya.
Hal tersebut menjadi penting karena ekosistem kesenian tidak dapat bertumpu sepenuhnya pada pemerintah. Pelaku usaha, komunitas, tokoh budaya dan masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan ruang yang memungkinkan aktivitas seni terus berjalan.
“Ekosistem seni dan budaya tidak mungkin dibangun pemerintah sendiri. Semua pihak harus ikut bergerak. Pemerintah menyiapkan program dan fasilitasi, sementara masyarakat, pelaku usaha, komunitas dan para pelaku seni juga punya peran,” ujarnya.
Heriansyah menyebut Disdikbud Kukar tetap menempatkan pengembangan pelaku seni sebagai bagian dari program kebudayaan. Arah tersebut diharapkan dapat memberikan stimulus bagi seniman agar tidak hanya aktif ketika agenda pemerintah berlangsung, tetapi mampu berkembang sebagai profesi yang berkelanjutan.
Pengalaman penyelenggaraan Erau 2026 menjadi salah satu gambaran penting mengenai kebutuhan tersebut. Keterlibatan ratusan seniman menunjukkan besarnya potensi sumber daya seni di Kukar yang perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang.
Karena itu, perbaikan kondisi fiskal akan menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa jauh program kebudayaan dapat diperluas pada tahun mendatang. Pemerintah daerah berharap ruang pertunjukan, program pembinaan dan peluang ekonomi bagi pelaku seni dapat semakin bertambah.
“Kita ingin seniman punya ruang yang lebih banyak untuk tampil, berkarya dan mendapatkan penghasilan. Mudah-mudahan kondisi fiskal kita tahun depan lebih baik sehingga kesempatan itu bisa semakin luas,” tutup Heriansyah. (rnd/Adv Diskominfo Kukar)

KUKAR4 hari agoKredit Kukar Idaman Terbaik Sasar Empat Sektor Usaha
KUKAR2 hari agoKebakaran Hebat Melanda Permukiman Padat Tenggarong, 75 Rumah dan Bangunan Ludes
OLAHRAGA2 hari agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Drama 120 Menit Berakhir Manis di GBK
SEPUTAR KALTIM2 hari agoTemuan BRIN soal Vape Jadi Perhatian, Angka Gangguan Kesehatan Diminta Tak Disalahartikan
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoGowes Wisata Kaltim Jelajah Tenggarong, Gowes Sambil Menyeberangi Sungai Mahakam
BONTANG2 hari ago40 Motor Fazzio dan Grand Filano Ramaikan Rolling City Yamaha Classy di Bontang
KUKAR5 hari agoKukar Tekankan KB sebagai Langkah Menyiapkan Keluarga Berkualitas
KUKAR2 hari agoPemkab Kukar Kembali Dorong Penataan Wilayah Sedulang dari Muara Kaman




