NUSANTARA
Gelar Mubes VII di Jantung IKN, PDKT Kaltim Tolak Jadi Penonton di Rumah Sendiri
PDKT gelar Musyawarah Besar (Mubes) VII di IKN. Syaharie Jaang ingatkan pentingnya kualitas SDM agar warga Dayak tak terpinggirkan, Otorita IKN janji prioritaskan warga lokal.
Musyawarah Besar (Mubes) VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) tahun ini terasa berbeda. Digelar langsung di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN). Tepatnya di Gedung Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Sabtu 24 Januari 2026. Forum ini menegaskan posisi masyarakat Dayak yang tak ingin sekadar menjadi penonton dalam mega proyek pemindahan ibu kota.
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, serta Ketua Umum PDKT Kaltim Syaharie Jaang.
Dalam sambutannya, Syaharie Jaang menekankan bahwa keberadaan IKN di Kaltim adalah “alarm” bagi masyarakat lokal untuk segera berbenah. Mengusung tema “Mewujudkan Dayak Berkualitas Menuju Indonesia Emas”. Jaang mengingatkan bahwa kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci agar warga Dayak tidak tergeser di tanah kelahirannya sendiri.
“Kita harus menyiapkan diri. Tanpa pendidikan, kita akan terpinggirkan. Tanpa kualitas, kita tidak ada apa-apanya di daerah kita sendiri,” tegas Jaang.
Mantan Wali Kota Samarinda ini berharap, di masa depan akan lahir bintang-bintang baru dari putra daerah, baik di jajaran TNI/Polri maupun sipil, yang turut menjaga stabilitas negara di IKN.

OIKN: 30 Persen Pegawai dari Kaltim
Keresahan masyarakat lokal dijawab langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Basuki memastikan bahwa pembangunan Nusantara tidak akan meninggalkan masyarakat adat. Ia mengklaim, pelibatan warga lokal dalam struktur OIKN sudah berjalan.
“Sekitar 30 persen pegawai Otorita IKN berasal dari masyarakat Kalimantan Timur,” ungkap Basuki.
Tak hanya soal pekerjaan, Basuki juga menyebut Otorita tengah mengembangkan kawasan pusat kebudayaan (cultural center). Fasilitas ini dirancang sebagai ruang publik bagi masyarakat adat untuk melestarikan dan menampilkan kekayaan budayanya.
“Saya berharap PDKT selalu menjadi bagian dalam langkah strategis untuk membangun IKN,” tambahnya.
Momentum Kepemimpinan Baru
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menilai Mubes VII ini sebagai momentum krusial untuk menentukan arah organisasi ke depan. Ia berharap PDKT dapat melahirkan figur pemimpin yang visioner dan mampu bersinergi dengan pemerintah di tengah dinamika pembangunan ibu kota baru.
“Mubes ini menjadi ruang demokrasi dan musyawarah untuk memperkuat organisasi, sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Dayak di Kalimantan Timur,” ujar Seno Aji.
Acara pembukaan Mubes ditandai dengan pemukulan gong oleh Basuki Hadimuljono yang didampingi Seno Aji dan Syaharie Jaang. Selain agenda organisasi, pertemuan ini juga dirangkai dengan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama komunitas masyarakat Dayak. (ens)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoHarga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Ikuti Harga Minyak Dunia
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKejati Kaltim Bongkar Dugaan Praktik Tambang Ilegal Bertahun-Tahun, Satu Tersangka Ditahan
-
BALIKPAPAN3 hari agoSatu Jemaah Wafat di Tanah Suci, 359 Jemaah Kloter Balikpapan Kembali dengan Selamat
-
OLAHRAGA3 hari agoSIWO PWI Kaltim Dipastikan Masuk Kepengurusan KONI 2026-2030, Polemik Berakhir
-
OLAHRAGA5 hari agoTetap Semangat di Musim Perdana, Arai Agaska Terus Kejar Performa Terbaik di World Sportbike
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoRibuan PPPK Kaltim Dapat Kepastian, Gubernur Harum Pastikan Tak Ada PHK
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoKADIN Kaltim Siapkan Program Besar, Fokus Cetak SDM Unggul dan Perkuat UMKM
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoMassa Aksi Kecewa, Hak Angket DPRD Kaltim Kembali Tertunda

