Connect with us

SAMARINDA

Jelang Lebaran, Pemprov Kaltim Jamin Stok Pangan Aman hingga 6 Bulan ke Depan

Published

on

Pemprov Kaltim pastikan stok bahan pokok jelang Lebaran 2026 aman hingga enam bulan ke depan. Masyarakat diimbau bijak berbelanja dan tidak panic buying.

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kekhawatiran masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) akan kelangkaan bahan pokok dipastikan tak beralasan. Pemerintah Provinsi Kaltim menggaransi ketersediaan pangan di Bumi Etam dalam kondisi melimpah dan sanggup menutupi kebutuhan warga hingga enam bulan ke depan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menegaskan bahwa tren lonjakan permintaan selama bulan Ramadan tidak akan menggoyahkan ketahanan stok di pasaran.

“Persediaan bahan pangan kita sangat mencukupi. Kami ingin masyarakat menjalankan ibadah dan menyambut lebaran dengan tenang, tanpa rasa khawatir akan ketersediaan kebutuhan pokok,” ujar Heni di Samarinda, Kamis (12/3/2026).

Ketenangan yang dijanjikan Pemprov Kaltim bukan tanpa dasar. Merujuk pada data DP2KUKM Kaltim per Februari 2026, volume cadangan komoditas utama terbilang masif. Stok beras non-Bulog tercatat menyentuh angka 233 ribu ton dan daging sapi di kisaran 390 ribu ton.

Komoditas lainnya juga berada di zona aman, meliputi minyak goreng (5.678 ton), tepung terigu (2,6 juta ton), gula pasir (16 ribu ton), dan daging ayam (145 ribu ton). Persediaan pelengkap seperti mentega dan telur pun dipastikan memadai untuk dua hingga enam bulan ke depan.

Meski pasokan melimpah, Heni tak menampik adanya dinamika harga di sejumlah pasar tradisional. Namun, ia menggarisbawahi bahwa fluktuasi tersebut murni fenomena musiman akibat lonjakan konsumsi rumah tangga yang terjadi secara serentak jelang hari raya.

Masyarakat Jangan Panik

Karena itu, pemerintah meminta masyarakat untuk tidak panik. Warga diimbau tetap bijak dalam berbelanja dan menghindari aksi memborong barang atau panic buying.

Di sisi lain, Pemprov Kaltim menyadari bahwa tantangan utama ketahanan pangan di wilayahnya terletak pada rantai distribusi. Pasalnya, mayoritas bahan pokok masih harus didatangkan dari luar daerah. Untuk menutup celah ini, DP2KUKM terus memperketat koordinasi pengiriman dengan pemerintah kabupaten dan kota.

“Kami terus mengawal jalur distribusi agar tidak terjadi hambatan. Jika distribusi lancar, maka ketersediaan barang terjaga dan harga dapat tetap stabil,” tegasnya.

Sebagai langkah pengawalan ekstra, tim dari Pemprov Kaltim rutin diturunkan ke pasar-pasar guna memantau pergerakan pasokan dan harga. Langkah represif juga disiapkan untuk menindak tegas praktik spekulasi atau penimbunan yang dapat merugikan konsumen.

“Harapannya masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita. Stok tersedia, distribusi berjalan normal, dan kebutuhan pangan insyaallah terpenuhi,” pungkas Heni optimistis. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.