NUSANTARA
Mencicipi Bubur Nusantara, Takjil Khas Pemersatu Warga di Masjid Negara IKN
Mengintip kehangatan Ramadan di Masjid Negara IKN lewat 700 porsi Bubur Nusantara. Takjil rempah khas Samarinda yang jadi simbol keberagaman warga
Suasana sore di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) terasa berbeda selama bulan Ramadan. Wangi rempah yang menggugah selera menguar dari area dapur pelataran masjid pada Sabtu 28 Februari 2026. Aroma tersebut berasal dari kuali-kuali besar berisi sajian yang diberi nama ‘Bubur Nusantara’, takjil primadona yang selalu dinanti warga.
Proses memasak bubur berwarna cokelat muda ini memakan waktu sekitar satu setengah jam. Setiap harinya, ada 700 porsi bubur bertabur rempah keemasan yang disiapkan khusus untuk masyarakat yang datang berbuka puasa.
Menu ini bukan sekadar masakan biasa. Resepnya merupakan warisan turun-temurun dari Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, yang memang identik sebagai sajian khas saat Ramadan tiba.
Muhammad Tasrik, salah satu juru masak di pelataran masjid, mengungkapkan bahwa kunci dari kuatnya aroma takjil ini ada pada bumbu dasarnya.
“Bumbu utamanya adalah bumbu kari yang membuat wanginya semakin tercium,” katanya sembari terus mengaduk bubur di dalam kuali.
Pelestarian Budaya
Hadirnya hidangan ini di IKN punya tujuan tersendiri. Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyebut langkah ini sebagai upaya pelestarian budaya daerah di tengah pembangunan ibu kota baru.
“Kita mencoba mengangkat kearifan lokal sekitar IKN dan Kalimantan Timur, harapannya semakin dikenal luas. Masyarakat umum silakan datang ke Masjid Negara. Kami ikhtiarkan tempat ini menjadi simbol harmonisasi dan keberagaman,” ujar Alimuddin.
Suasana harmonis yang dimaksud tampak jelas saat waktu Magrib makin dekat. Berbagai kalangan masyarakat berdatangan memenuhi pelataran masjid. Pegawai, pekerja konstruksi, hingga keluarga duduk membaur tanpa sekat.
Momen kebersamaan ini bahkan tidak hanya diramaikan oleh umat Muslim, melainkan juga warga non-Muslim yang hadir untuk menikmati suasana sore.
Bagi para pekerja di sekitar IKN, sajian gratis ini jadi momen yang paling ditunggu. Muslih, pekerja housekeeping di Rusun ASN, mengaku sering datang ke Masjid Negara bersama rekan-rekannya karena aksesnya yang terbilang mudah.
“Seru sekali berbuka di sini. Ramai masyarakat datang mencicipi takjil dengan menu beragam. Bubur Nusantara rasanya enak banget, gurih, bikin nagih,” ungkap Muslih.
Di tengah hiruk-pikuk pembangunan IKN, momen sederhana lewat semangkuk bubur hangat ini sukses menjadi ruang interaksi sosial. Menyatukan berbagai latar belakang masyarakat untuk sekadar duduk bersama dan berbagi suasana Ramadan. (ens)
-
NUSANTARA5 hari agoYamaha Racing Indonesia 2026 Season Launch, Bangun Mimpi Bersama Wujudkan Kemenangan !
-
SAMARINDA4 hari agoKeseruan Ngabuburead Samarinda Book Party, Isi Waktu Menunggu Buka Puasa dengan Literasi dan Berbagi
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoManfaatkan Momen Ramadan, Bazar DWP Kaltim Jadi Panggung Unjuk Gigi UMKM Perempuan
-
SAMARINDA4 hari agoRiding & Bukber Fazio di Samarinda, Yamaha Kaltim Rangkul Generasi Muda Lewat Kelas Kreatif
-
PASER2 hari agoSambangi Korban Kebakaran di Muara Adang Paser, Gubernur Rudy Mas’ud Salurkan Bantuan Saat Safari Ramadan
-
PARIWARA3 hari agoSteal The Show! Warna Special Edition Fazzio Hybrid Starry Night Siap Jadi Spotlight Utama Anak Muda Skena
-
PARIWARA2 hari agoSempurnakan Perjalanan Menuju Hari Raya, Bersama Sparepart, Oli Asli, dan Apparel Spesial dari Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoKondisi Geopolitik Timur Tengah Masih Memanas, Calon Jemaah Umrah asal Kaltim Diimbau Tunda Keberangkatan Demi Keamanan

