SAMARINDA
Muhammad Darlis Reses di 12 Titik, Sebut 2 Masalah Utama yang Dirasakan Warga Samarinda
Dewan Kaltim Muhammad Darlis telah melakukan Reses di 12 titik di Kota Samarinda. Secara keseluruhan, ia melihat ada 3 masalah utama yang dirasakan warga dan menjadi PR bagi pemerintah.
Pada awal tahun ini, di bulan Januari 2025 Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Darlis kembali turun gunung. Menemui konstituennya, untuk melakukan reses alias serap aspirasi.
Politisi PAN ini telah reses di 12 titik di Kota Samarinda yang merupakan daerah pemilihan (dapil)-nya. Pada Minggu-Kamis, 12-16 Januari 2025. Menampung berbagai aspirasi masyarakat.
Darlis sendiri banyak mendatangi warganya yang di daerah pinggiran kota. Di antaranya, Loa Janan Ilir, Palaran, Sungai Keledang, Sungai Kunjang, Sungai Siring, Pampang, juga di Sungai Dama.
3 Masalah Utama
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Darlis, melihat secara keseluruhan, terdapat 3 masalah utama yang masih dirasakan oleh warga Samarinda. Dan menjadi PR bagi masyarakat.
Pertama, masalah pendidikan. Kata Darlis, pendidikan masih menjadi keresahan besar warga ibu kota Kaltim. Meski berstatus kota, pendidikan di daerah ini masih punya banyak PR.
Seperti masih banyaknya pembayaran kebutuhan sekolah, yang sulit dijangkau oleh masyarakat miskin. Membuat klaim sekolah gratis belum sepenuhnya menyentuh masyarakat bawah.
Lalu, keberadaan sekolah yang belum merata. Beberapa daerah di Samarinda, utamanya pinggiran kota, masih ada yang belum memiliki sekolah. Misalnya di Sungai Siring belum memiliki SMK.
Selain itu, sejumlah sekolah di kota ini pun, kondisi gedung, sarana prasarana, hingga kualitas pendidikannya, perlu banyak peningkatan. Sehingga masalah ini perlu mendapat perhatian besar.
“Gubernur terpilih Kaltim kan memiliki program pendidikan gratis. Kami akan mengawal itu agar benar-benar terealisasi. Beberapa isu lain seperti pembangunan sekolah, akan menjadi bahan perjuangan saya,” kata Darlis kepada Kaltim Faktual belum lama ini,
Masalah kedua, kata Darlis menyoal air bersih di Samarinda. Sementara kota ini memiliki sumber air baku yang melimpah dari Sungai Mahakam. Namun persoalan air masih menjadi masalah besar.
Dalam masalah air bersih di Samarinda, Darlis melihat ada 3 masalah, yakni jaringan distribusi air bersih, debit air, hingga kualitas airnya. Banyak warga yang masih mengeluhkan pelayanan air bersih itu.
Perjuangkan ke Pemerintah
Melalui reses di 12 titik itu, Darlis akan mencoba memperjuangkan berbagai permasalah ke bagian eksekutif. Berbagai catatan itu mesti sampai ke pemerintah dan menjadi kebijakan yang tepat.
“Kita harus senantiasa mengembangkan dialog, agar kebijakan pemerintah ke depan lebih terarah dan efisian, juga menyelesaikan masalah masyarakat,” pungkasnya. (ens)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDrama ‘Prank’ Beasiswa S2 Eksekutif Berakhir, Pemprov Kaltim dan ITK Sepakat Lanjutkan Program Gratispol
-
PARIWARA4 hari ago50 Unit Yamaha TMAX Sold Out dalam Waktu 25 Menit di Program Order Online
-
PARIWARA3 hari agoYamaha YZF-R3/R25 Raih Penghargaan Internasional Prestisius di Jepang
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoPerangi DBD, Dinkes Kaltim Sebar 6.170 Dosis Vaksin Qdenga ke Daerah
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoBaru 9 Diakui dari 505 Komunitas, Pemprov Kaltim Bentuk Tim Khusus Percepat Status Masyarakat Adat
-
KUKAR5 hari agoRefleksi Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga, Seno Aji: Musuh Kita Bukan Lagi Penjajah, Tapi Disrupsi Teknologi
-
PARIWARA2 hari agoIt’s Time To Ride The Kalcer! Warna Terbaru Grand Filano Hybrid Siap Jadi Skutik Idaman Anak Muda Kalcer Abis

