Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Musim Hujan Mulai Datang di Kaltim, Ini 7 Hal yang Perlu Disiapkan Warga

Published

on

Warga perlu mulai mempersiapkan rumah dan kendaraan menghadapi musim hujan yang diprakirakan meluas di Kalimantan Timur pada November 2026. (Ist)

Setelah beberapa bulan menghadapi cuaca panas dan persoalan kebakaran hutan serta lahan, masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) mulai perlu bersiap menghadapi perubahan musim. Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah menjadi pengingat bahwa ada beberapa hal di rumah maupun di perjalanan yang sebaiknya tidak menunggu sampai terjadi banjir atau gangguan aktivitas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026. Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

Peralihan musim ini perlu diperhatikan masyarakat. Sebab, hujan bukan hanya membuat aktivitas di luar rumah berubah, tetapi juga dapat meningkatkan risiko genangan, banjir, hingga tanah longsor di kawasan tertentu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim pun mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada akhir 2026 hingga April 2027.

Lantas, apa saja yang perlu disiapkan masyarakat sebelum hujan semakin sering turun?

Jangan Tunggu Banjir, Periksa Rumah dan Lingkungan Sekitar

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko saat musim hujan. Persiapannya tidak harus mahal, tetapi perlu dilakukan lebih awal.

1. Bersihkan saluran air di sekitar rumah

Selokan yang tersumbat sampah, daun, atau lumpur bisa menghambat aliran air. Karena itu, periksa saluran di sekitar rumah secara berkala.

Jangan hanya membersihkan bagian depan rumah. Jika memungkinkan, perhatikan juga saluran air yang terhubung dengan lingkungan sekitar agar tidak terjadi penyumbatan.

2. Periksa atap dan talang rumah

Kebocoran sering baru diketahui ketika hujan turun deras. Padahal, genteng yang bergeser, sambungan atap yang rusak, atau talang yang tersumbat bisa diperiksa lebih awal.

Perbaikan kecil sebelum hujan intens dapat membantu mencegah kerusakan barang di dalam rumah.

3. Simpan dokumen penting di tempat aman

Kartu keluarga, ijazah, sertifikat, dan dokumen penting lainnya sebaiknya disimpan dalam wadah tahan air.

Jika tinggal di kawasan yang berpotensi tergenang, letakkan dokumen dan barang berharga di tempat yang lebih tinggi agar mudah diamankan ketika kondisi darurat terjadi.

4. Perhatikan instalasi listrik

Air dan listrik merupakan kombinasi yang berbahaya. Periksa kondisi kabel, stopkontak, serta sambungan listrik yang berada dekat lantai atau area rawan terkena air.

Jika air mulai masuk ke rumah, jangan menyentuh peralatan listrik dalam kondisi basah. Mintalah bantuan petugas atau teknisi yang kompeten untuk mengamankan instalasi.

Pengendara Motor Juga Perlu Mengubah Kebiasaan

Musim hujan bukan hanya urusan rumah tangga. Pengendara motor juga perlu menyesuaikan kebiasaan berkendara karena jalan basah, jarak pandang terbatas, dan genangan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

5. Periksa ban dan rem sebelum bepergian

Ban yang sudah aus memiliki daya cengkeram lebih rendah, terutama ketika melewati jalan basah. Periksa juga rem, lampu, dan kondisi kendaraan secara berkala.

Jangan menunggu kendaraan bermasalah ketika sudah berada di jalan.

6. Kurangi kecepatan dan jaga jarak

Jalan yang basah membuat kendaraan lebih sulit berhenti secara mendadak. Karena itu, kurangi kecepatan dan beri jarak lebih jauh dengan kendaraan di depan.

Hindari pula menerobos genangan yang kedalaman dan kondisi jalannya tidak diketahui. Air bisa menutupi lubang atau permukaan jalan yang rusak.

Jika hujan terlalu deras hingga mengganggu pandangan, lebih baik menepi di tempat aman dan menunggu kondisi membaik.

7. Siapkan perlengkapan darurat

Jas hujan, alas kaki yang tidak licin, ponsel dengan baterai cukup, serta obat-obatan pribadi bisa membantu ketika harus beraktivitas di tengah cuaca tidak menentu.

Pengendara juga sebaiknya menyimpan nomor penting seperti keluarga, layanan darurat, dan BPBD setempat.

Samarinda dan Daerah Rawan Perlu Lebih Waspada

Kewaspadaan menghadapi musim hujan menjadi penting karena risiko bencana di Kaltim tidak sama di setiap wilayah.

BPBD Kaltim menyebut potensi banjir kategori tinggi tersebar di 10 kabupaten dan kota. Sementara risiko tanah longsor kategori tinggi teridentifikasi di delapan daerah, termasuk Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.

Dalam catatan historis BPBD, Samarinda memiliki 114 kejadian tanah longsor. Data tersebut menjadi pengingat bahwa warga yang tinggal di sekitar lereng, tebing, atau kawasan dengan kondisi tanah rawan perlu memperhatikan perubahan lingkungan setelah hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengingatkan perlunya peralihan fokus dari penanganan karhutla menuju persiapan menghadapi banjir dan tanah longsor.

“Kita sudah mulai harus beralih dari penanganan karhutla ke persiapan menghadapi bencana berikutnya, yakni banjir dan tanah longsor. Kita perlu melihat bersama peta wilayah rawan bencana dan menyiapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG maupun BPBD. Apabila muncul tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, pergerakan lereng, atau kenaikan air yang cepat, segera menjauh dari lokasi berisiko dan ikuti arahan petugas.

Musim hujan memang membawa manfaat bagi lingkungan dan ketersediaan air. Namun, persiapan tetap diperlukan agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu dan risiko bencana bisa dikurangi.

Sebab, menghadapi musim hujan bukan hanya soal menyediakan payung atau jas hujan. Memeriksa rumah, menjaga saluran air, merawat kendaraan, dan mengenali lingkungan tempat tinggal merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak sekarang. (Am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER