SEPUTAR KALTIM
Nestapa Bendungan Marangkayu; Mangkrak Bertahun-tahun karena Tumpang Tindih Lahan
Sudah bertahun-tahun sejak bangunan fisik Bendungan Marangkayu kelar. Hingga kini masih mangkrak alias belum terpakai. Polemik sengketa lahan menjadi penyebabnya.
Perlu waktu 15 tahun untuk menyelesaikan bangunan fisik Bendungan Marangkayu, Kukar. Namun setelah jadi 100 persen, bendungan itu belum juga bisa dimanfaatkan. Hal ini terjadi karena pembebasan lahan seluruh kawasan bendungan yang mencapai 600 hektare itu belum juga beres.
Akibat sengkarut tak kunjung usai, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda. Mengatakan bahwa penyelesaian pembebasan lahan ini telah berpindah kewenangan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
“Awalnya tanggung jawab pembangunan ada pada Pemprov Kaltim. Tetapi, sejak Juni 2022 Penlok diubah dari Pemprov menjadi Kementerian PUPR dalam hal ini BWS (Balai Wilayah Sungai) Kalimantan IV,” ujar Nanda saat ditemui, Kamis 1 Desember 2022.
“Karena pihak LMAN tidak bersedia membayar pembebasan lahan itu, jika tanggung jawab tetap berada di tangan pemprov,” sambungnya.
PUPR Kaltim sendiri, kata Nanda, sudah angkat tangan untuk menyelesaikan pembebasan lahan. Karena perkaranya bukan hanya soal uang atau besaran mahar lahan. Namun juga karena tumpang tindih kepemilikan lahan.
“Masalahnya itu macam-macam, tetapi kendala terbesar ada pada pembebasan lahan. Terkadang satu lahan yang mengklaim itu banyak pihak, ahli waris A, ahli waris B. Apalagi di sana ada jalur pipa gas perusahaan, bisa saja mereka ikut klaim lahan,” ujarnya.

Nanda menambahkan, bendungan yang diperkirakan dapat menampung 12,37 juta meter kubik ini. Telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Sesuai Perpres No. 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air.
Sesuai rencana, nantinya Pemprov Kaltim akan terlibat dalam pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) di Regional Marangkayu.
“Ke depannya kita rencanakan untuk membangun keperluan air minum untuk kebutuhan di dua daerah, yaitu Kukar dan Bontang,” katanya.
Sebelumnya, Bendungan Marangkayu awalnya direncanakan sebagai bendungan multifungsi terbesar dan pertama di Kaltim. Bukan hanya digunakan untuk membendung air. Namun juga akan berfungsi sebagai irigasi sawah yang ditaksir hingga seluas 4500 hektare. (sgt/dra)
-
SEPUTAR KALTIM2 hari ago134 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, Asap Mulai Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga
-
BALIKPAPAN1 hari ago160 Masjid di 8Kalimantan Terhubung Internet Lewat Program Masjid Berdaya Indosat
-
NUSANTARA3 hari agoClan of Classy Vol.3 Yogyakarta, Healing Sejenak Sambil Eksplorasi Kopeng dan Ambarawa
-
OLAHRAGA4 hari agoBangkit dari DNF, Sabian Fathul Ilmi Finis Keempat di Motegi
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoISPU Kaltim Memburuk, Kutai Barat Masuk Kategori Berbahaya dengan Nilai 363
-
BERAU1 hari agoKabut Asap Karhutla, Sekolah di Berau Terapkan Belajar dari Rumah hingga 19 September

