Connect with us

SAMARINDA

Paripurna HUT ke-358 Samarinda: Andi Harun Pamer Ekonomi Tumbuh 8,62 Persen dan IPM Tertinggi se-Kaltim

Published

on

Wali Kota Andi Harun paparkan capaian ekonomi 8,62% dan IPM 83,53 saat Paripurna HUT ke-358 Samarinda. Tegaskan transformasi menuju kota modern di tengah tantangan fiskal.

Peringatan Hari Jadi ke-358 Kota Samarinda dan HUT ke-66 Pemerintah Kota Samarinda dirayakan melalui Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda, Rabu 21 Januari 2026 malam.

Dalam forum tertinggi legislatif kota tersebut, Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun memaparkan transformasi signifikan wajah ibu kota Kalimantan Timur. Ia menegaskan, Samarinda kini telah bergeser dari sekadar wilayah yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, menjadi kota modern yang berdaya saing.

“Samarinda telah bertransformasi dari kampung besar yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam menjadi kota modern yang harmonis, dinamis, dan berdaya saing,” ujar Andi Harun dalam pidato utamanya di Gedung DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat.

Klaim IPM Tertinggi

Pernyataan transformasi tersebut bukan tanpa data. Andi Harun membeberkan sejumlah indikator makro ekonomi yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Samarinda tercatat menembus angka 8,62 persen.

Capaian paling mencolok terlihat pada sektor kualitas hidup masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Samarinda tahun 2025 tercatat sebesar 83,53. Angka ini menempatkan Samarinda sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur.

Selain statistik ekonomi, kinerja birokrasi Pemkot Samarinda juga mendapat pengakuan lewat status kinerja tinggi dari Kementerian Dalam Negeri serta langganan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

Tantangan Fiskal 2026

Meski mencatatkan rekor positif, Andi Harun mengingatkan bahwa tahun 2026 membawa tantangan kompleks, terutama terkait kebijakan fiskal nasional. Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran, namun dengan perspektif yang strategis.

Menurutnya, efisiensi tidak boleh dimaknai sekadar pemangkasan biaya yang berpotensi memicu kontraksi ekonomi. Sebaliknya, efisiensi harus diarahkan untuk mendongkrak produktivitas dan memperkuat fundamental ekonomi daerah.

“Pemerintah Kota terus menyiapkan skenario pembangunan dengan mengoptimalkan sinergi sektor publik dan swasta secara seimbang,” tegasnya.

Refleksi Sejarah dan Kesederhanaan

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, yang memimpin jalannya sidang, menyebut peringatan tahun ini sebagai momen refleksi. Mengusung tema ‘Solid Hadapi Tantangan, Maju Berkelanjutan’, Helmi menegaskan komitmen legislatif untuk terus mengawal kebijakan yang pro-publik.

“Peringatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang pembangunan kota,” kata Helmi.

Perayaan tahun ini sengaja digelar dengan konsep sederhana sebagai wujud konkret efisiensi anggaran. Fokus pemerintah kota dialihkan pada penguatan belanja pelayanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Menutup pidatonya, Andi Harun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat memori kolektif sejarah Samarinda yang tak lepas dari Kerajaan Kutai Ing Martadipura, serta memperkuat toleransi sebagai modal sosial membangun kota. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.