BALIKPAPAN
Penuhi Permintaan Masyarakat, Koridor BTC Diusulkan akan Ditambah
Tingginya permintaan masyarakat dengan kehadiran BTC mendorong Pemkot Balikpapan untuk menambah jumlah armada dan koridor angkutan BTC. Berdasarkan perhitungan, dibutuhkan minimal 32 unit armada.
Balikpapan menjadi salah satu kota yang diberikan bantuan angkutan massal berupa Balikpapan Trans City (BTC). Kehadiran BTC sebagai sarana transportsi mendapat respon positif dari masyarakat.
Tingginya permintaan masyarakat di Balikpapan dengan sarana angkutan massal yaitu Balikpapan City Trans (BTC) membuat pihak terkait akan menambah jumlah koridornya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra mengatakan, saat ini, pihaknya sedang mengaji untuk melaksanakan proyek percontohan feeder.
Dalam proyek ini, angkutan kota yang dilibatkan akan diberikan subsidi, sehingga selama tahap uji coba masyarakat akan digratiskan.
Dengan rencana tersebut, harapannya kajian terkait kebutuhan penambahan angkutan massal yang ada di Kota Balikpapan bisa dilaksanakan tahun 2025 mendatang.
Berdasarkan perhitungan, total kebutuhan sarana angkutan massal di Kota Balikpapan sekitar 32 unit untuk melayani tiga koridor yang ada.
“Dengan 3 koridor yang ada perhitungan kita itu membutuhkan sebanyak 32 unit, kalau bisa ditambah nanti ya syukur Alhamdulillah,” kata Adwar kepada wartawan, Rabu 18 September 2024.
Ia mengatakan bahwa Kota Balikpapan sebenarnya memiliki kebutuhan interkonesi dan koridor baru karena permintaan masyarakat akan penambahan trayek.
Seperti, di jalur Tritip – Terminal Bp, Tritip – Terminal Batu Ampal, Kampung Baru – Batu Ampar, Kampung Baru – Pelabuhan Semayang, Kampung Baru – Terminal Bp dan Batu Ampar – Pelabuhan Ferry Kariangau.
“Itu adalah koridor yang bisa kita arahkan bisa tersusun di tahun tahun depan, sehingga di tahun 2026 sudah bisa direalisasikan. Saat ini baru tersedia 19 unit Armada Balikpapan City Trans, yang melayani tiga koridor,” ucapnya.
Sesuai arahan dari Kementerian Perhubungan untuk menambah armada maupun koridor berdasarkan operator dan koneksi. Sehingga, tidak ada keributan dengan angkutan kota.
Persiapan lainnya yaitu kesiapan secara kelembagaan dengan operator. Untuk kelembagaan bisa dalam bentuk Perusahaan Umum Daerah (Perusda) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Beberapa daerah telah menetapkan kesiapan kelembagaan di antaranya di Batam dan Bandung yang dikelola oleh BLUD. (rw)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoCadangan Air Menipis, Kaltim Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Air
-
KUKAR4 hari agoBeseprah Jadi Ruang Kesetaraan, Aulia Rahman Basri: Semua Membaur dengan Warga
-
OLAHRAGA4 hari agoShell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge Serbu Sidoarjo, Sensasi Adventure Makin Memanas
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoBesok Dimulai, Pariwisata Fest 2026 Hadir di Lembuswana Mall Samarinda
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoDari Pantai Manggar hingga Beras Basah, 11 Destinasi Kaltim Dibersihkan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoPINTU Perkenalkan VIP Private, Akses Tokenized Assets Bersama Ondo Finance Makin Luas
-
SEPUTAR KALTIM5 jam agoBacklog Perumahan Kaltim Tembus 591 Ribu KK, Pemprov Genjot Subsidi Biaya Rumah dan RTLH
-
KUKAR3 hari agoMinat Generasi Muda terhadap Seni Rupa Kukar Terus Tumbuh

