Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Percepat Konektivitas IKN, Rudy Mas’ud Geber Jalan, Jembatan, hingga Layanan Kesehatan di Barat Kaltim

Published

on

Gubernur Rudy Mas’ud kebut konektivitas Barat Kaltim ke IKN. Mulai dari jalan tembus Bongan-Sotek, rencana RS Tipe B, hingga penataan waterfront Samarinda & Balikpapan demi cegah macet jangka panjang.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melakukan kunjungan kerja lintas daerah ke wilayah barat provinsi guna memastikan pemerataan pembangunan dan penguatan konektivitas.

Kunjungan ini mencakup Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu, dengan agenda utama peninjauan infrastruktur jalan, penyaluran layanan dasar, serta penegasan rencana fasilitas strategis yang terhubung langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rudy menjelaskan, rute kunjungan berawal dari Kutai Kartanegara, berlanjut ke Kutai Barat dan Mahakam Ulu, lalu berakhir melintasi jalur Bongan–Sotek. Jalur terakhir ini sengaja Ia tempuh untuk menjajal akses yang tembus langsung ke kawasan IKN, sebelum keluar menuju Balikpapan dan Samarinda.

“Kemarin benar kami melaksanakan kunjungan kerja, mulai dari Kutai Kartanegara ke Kutai Barat, terus Mahakam Ulu, dan kita berakhir semalam. Saya keluar dari Bongan–Sotek melalui IKN, tembus Balikpapan, keluar Samarinda,” ujar Rudy Mas’ud kepada awak media.

Buka Isolasi & Pangkas Jarak

Kunjungan ini, menurut Rudy, bukan sekadar seremonial. Tujuannya adalah memastikan infrastruktur benar-benar memberi dampak bagi daerah yang selama ini terbatas aksesnya. Salah satu capaian yang masuk peninjauan adalah rampungnya Jalan Tering–Ujo Bilang yang terbagi dalam empat segmen. Ruas ini menjadi nadi utama penghubung Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

“Alhamdulillah jalan Tering–Ujo Bilang empat segmen kemarin sudah selesai. Mudah-mudahan bermanfaat untuk seluruh masyarakat yang ada di Kutai Barat dan di Mahakam Ulu,” katanya.

Selain jalan, Rudy menyoroti pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) di Manurmulang yang menghubungkan Kutai Kartanegara dan Kutai Barat. Jembatan ini proyeksinya menjadi game changer mobilitas warga dan logistik.

“Pembangunan Jembatan ATJ di Manurmulang mudah-mudahan bisa bermanfaat karena akan memangkas jarak hampir 100 kilometer,” ucapnya.

Ia menegaskan, infrastruktur yang sudah jadi ini hanyalah permulaan. “Kami memastikan bahwa itu bukan akhir dari pembangunan, tetapi awal dari pembangunan untuk saudara-saudara kami yang ada di baratnya Kalimantan Timur,” tegas Rudy.

Fasilitas Kesehatan di Perbatasan

Tak hanya fisik jalan, layanan dasar turut jadi perhatian. Di Mahakam Ulu, Pemprov menyerahkan bantuan ambulans air—solusi vital mengingat kondisi geografis wilayah tersebut yang didominasi sungai. Bantuan ini diserahkan bersamaan dengan kegiatan Tim Penggerak PKK Kaltim.

Untuk jangka menengah, Rudy membeberkan rencana pembangunan Rumah Sakit Tipe B dengan kapasitas sekitar 200 tempat tidur. RS ini akan cukup strategis untuk melayani Mahakam Ulu, Kutai Barat, pedalaman Kutai Kartanegara, hingga masyarakat di perbatasan Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah.

“Insyaallah kami targetkan paling lambat 2027 fisik sudah selesai, tapi kami berharap 2026 sudah bisa operasional sambil melengkapi sarana yang ada,” harapnya.

Pintu Gerbang IKN via Sotek

Sorotan khusus diberikan pada ruas Bongan–Sotek. Rudy menyebut jarak Sotek ke IKN hanya sekitar 20 kilometer. Akses ini dinilai strategis untuk membuka pintu bagi Kalimantan Barat, Kalteng, Kaltara, bahkan negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei untuk masuk langsung ke IKN.

“Harusnya dengan adanya jalan pendekat ini, wilayah lain di Kalimantan bahkan Malaysia dan Brunei bisa mengakses langsung masuk ke Ibu Kota Nusantara,” paparnya.

Tata Wajah Kota Penyangga

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur tidak hanya dikebut di wilayah barat dan pedalaman. Sebagai “beranda” dan kota penyangga utama IKN, wajah Kota Samarinda dan Balikpapan turut menjadi perhatian serius agar tidak sekadar menjadi kota lintasan yang macet.

Dalam lima program strategis pembangunan daerah, Rudy mengungkapkan rencana pengembangan kawasan waterfront. Rencana ini disiapkan untuk menata estetika kota sekaligus mengurai kepadatan, meski pelaksanaannya sangat bergantung pada kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rencananya, waterfront Samarinda akan membentang dari Jembatan Mahkota hingga kawasan pelelangan ikan untuk memecah kemacetan pusat kota. Sementara di Balikpapan, rancangan penataan dari kawasan bandara hingga monumen depan Markas Kodam untuk mengurai kepadatan Jalan Jenderal Sudirman.

“Harapan kami, Ibu Kota Nusantara sebentar lagi akan beroperasi, jangan sampai nanti macetnya Jakarta pindah ke Balikpapan atau Kaltim. Kita persiapkan infrastrukturnya untuk 100 tahun ke depan,” pungkas Rudy Mas’ud. (gio/ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.