BALIKPAPAN
Perkuat Struktur, KPU Balikpapan Bentuk Badan Adhoc Kesekretariatan PPS
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan telah membentuk badan adhoc Kesekretariatan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat Kelurahan yang dilaksanakan di Hotel Novotel Balikpapan pada Sabtu, 1 Juni 2024. Apa tujuannya?
Badan adhoc ditujukan untuk memperkuat struktur organisasional di tingkat kelurahan dalam rangka penyelenggaraan Pilkada 2024. Setiap kelompok Kesekretariatan PPS di Kota Balikpapan telah dilengkapi dengan satu ketua, bendahara, dan staf teknis, dengan total 102 anggota kesekretariatan yang dibagi ke dalam 34 kelompok di setiap kelurahan.
Dengan ini, Ketua KPU Balikpapan Prakoso Yudho Lelono menekankan pentingnya konsolidasi internal dan penyamaan persepsi agar setiap anggota memahami visi Pilkada 2024 yang sukses, tuntas, dan berkualitas.
“Gerak langkah antara PPS dan kesekretariatan harus seirama, dengan komunikasi yang baik di antara keduanya menjadi sangat penting. PPS berperan sebagai eksekutor, sedangkan kesekretariatan sebagai pendukung,”ujarnya.
“Jika konsolidasi awal berjalan baik, tahapan yang dijalankan pun akan sesuai dengan harapan,” kata Yudho.
Dua Tugas Utama
Ditambahkan, tugas utama kesekretariatan PPS meliputi dua hal yakni memfasilitasi dan mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan oleh rekan-rekan PPS.
“Kesekretariatan bertanggung jawab memfasilitasi semua kegiatan teknis tahapan yang dilaksanakan oleh PPS, serta mengurus hal-hal administratif dan sebagainya,” jelasnya.
Tahapan penyelenggaraan Pilkada selanjutnya adalah proses pemutakhiran data, yang dimulai pada 31 Mei dan berlangsung hingga 23 September 2024.
“Kami akan merekrut Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) atau Panitia Pemutakhiran Data (Pantarlih) untuk melakukan pencocokan dan penelitian kepada warga,” ungkapnya.
Yudho menambahkan bahwa pemutakhiran data akan menggunakan basis data Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari Pemilu tahun 2024.
“Setiap TPS, jika jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 400 orang, membutuhkan satu Pantarlih. Jika di atas 400, dibutuhkan dua orang Pantarlih,”sebutnya.
“Arahan dari KPU RI adalah satu TPS dimaksimalkan mendekati 600 DPT, dan saat ini rata-rata sudah mencapai 500 orang per TPS. Jadi, bisa dipastikan satu TPS akan memiliki dua Pantarlih untuk melakukan pengecekan dan penelitian,” tutupnya. (nvr/gdc)
-
PARIWARA4 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA3 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA3 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA2 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM22 jam agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA11 jam agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’
-
SAMARINDA3 hari agoCetak Rekor di Kalimantan, Korem 091/ASN Raih Kartika Award sebagai Wilayah Bebas Korupsi

