NUSANTARA
Pertalite Dicampur 4.000 Liter Air, Polisi Sudah Tetapkan Tersangka
Ribut-ribut soal kualitas BBM yang didistribusikan oleh Pertamina, tidak hanya terjadi di Kaltim. Di Klaten, sejumlah pengendara mengeluhkan BBM yang dibeli di SPBU bercampur air. Kepolisian juga sudah menetapkan tersangka pada kasus ini.
Seorang pengemudi mobil tangki berinisial M resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Pertalite yang tercampur air di SPBU Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ia diduga dengan sengaja mengurangi muatan BBM dan menggantinya dengan air demi keuntungan pribadi.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengungkapkan bahwa pelaku melakukan praktik illegal loading.
“Ada unsur illegal loading untuk keuntungan pribadi. Muatan diganti air, sehingga menyebabkan kerugian konsumen,” ujar Taufiq saat konferensi pers di Polres Klaten, Kamis 10 April 2025.
Dari hasil investigasi bersama pihak kepolisian, diketahui bahwa pelaku memasukkan sekitar 4.000 liter air ke dalam tangki berkapasitas 24.000 liter. Aksi itu dilakukan sebelum tangki tiba di SPBU tujuan.
“Campuran air yang kami investigasi bersama Polres itu sekitar 4 kiloliter. Tapi untuk detailnya, rekan-rekan dari Polres yang lebih tahu,” tambah Taufiq.
Pertamina, lanjutnya, sebenarnya telah menerapkan sistem pengawasan ketat di tiap armada, seperti pemasangan GPS dan CCTV. Namun, dalam kasus ini, pelaku memutus kabel pengawasan tersebut agar aksinya tidak terpantau.
“Oknum sopir itu memutus kabel. Itu jadi dugaan awal dan telah dikonfirmasi oleh tim Polres,” ujarnya.
Atas tindakan tersebut, Pertamina langsung mengambil langkah tegas dengan memecat pelaku. Pihak perusahaan juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami sudah mengganti kerugian delapan kendaraan roda dua dan empat kendaraan roda empat yang terdampak. Selain itu, kami siap memberikan dokumen dan keterangan ahli jika dibutuhkan,” jelas Taufiq.
Kapolres Klaten, AKBP Nur Cahyo AP, menyebut pihaknya tengah mendalami lokasi pasti pengoplosan BBM dan akan melibatkan tim Metrologi serta Pertamina untuk memastikan volume air dan BBM.
“Berdasarkan keterangan awal, perjalanan tangki diduga melewati wilayah antara Boyolali dan Trucuk, kemungkinan besar titiknya di Kabupaten Sukoharjo,” kata Nur Cahyo.
Sebelumnya, Polres Klaten menerima laporan dari sejumlah warga yang kendaraannya mogok setelah mengisi BBM di SPBU 44.574.29, Kecamatan Trucuk. Setelah dilakukan penyelidikan dan memeriksa 10 saksi, termasuk dari pihak SPBU dan logistik, polisi menetapkan M sebagai tersangka. (sty)
-
NUSANTARA1 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE1 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK2 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
NUSANTARA3 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
BALIKPAPAN3 hari agoYamaha Gelar Pengundian Bombastis, Empat Pelanggan dari Balikpapan hingga Banjarbaru Bawa Pulang Motor
-
NUSANTARA1 hari agoApresiasi Konsumen, Yamaha Ajak Nonton Langsung MotoGP Mandalika dan Wisata Lombok

