Connect with us

POLITIK

Pilih yang Pro IKN, Eks Gubernur Kaltim Isran Noor Dukung Prabowo-Gibran

Published

on

Setelah lengser dari jabatan sebagai gubernur Kaltim. Isran Noor menghebohkan publik dengan cabut dari Partai NasDem, sebagai pengusung utama Anies Baswedan. Lama tak ada kabar, Isran lalu muncul dan menegaskan dukungan untuk Prabowo Subianto.

Dalam acara ‘Isran Noor Mengundang dan Menghibur’ yang berlangsung di Planery Hall Sempaja mulai jam 12.30 sampai 16.00 pada Sabtu 3 Februari 2024. Eks Gubernur Kaltim Isran Noor secara terang-terangan memberikan kode bahwa dirinya mendukung calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo-Gibran.

“Pemilu pemilihan presiden dan wakil presiden jelas pilihan saya ke nomor dua, Prabroro … ya Prabowo sama aja,” ungkapnya.

Isran Noor menegaskan bahwa ia bukan sedang berkampanye. Melainkan hanya mengajak masyarakat Kaltim untuk mengacungkan dua jari mereka dalam Pilpres 2024.

Baca juga:   47 Petugas KPPS Sambutan Tidak Keracunan, hanya Asam Lambung?

“Ini bukan kampanye cuman mengajak (sambil mengacungkan dua jari). Kalau kampanye saya jurkam. Ada surat keputusannya harus izin segala macam.”

“Jadi ada calon presiden dan wapres. Satu dua tiga (kembali mengacungkan dua jari). Yang paling nyaman ditusuk yang di tengah, paham?” Selorohnya.

Alasan Utamanya, IKN

Eks bupati Kutim itu diketahui adalah sosok sentral dalam terpilihnya Kaltim sebagai tempat untuk IKN Nusantara. Ia sempat melakukan banyak sosialisasi, presentasi ke presiden, hingga lobi-lobi agar Pemerintah Pusat menjatuhkan pilihan ke Kaltim.

Isran tak ingin melewatkan kesempatan emas ini. Karena dengan adanya IKN, Kaltim, Kalimantan, hingga wilayah tengah-timur Indonesia bisa lebih berkembang. Impian yang sudah mulai terlihat di Kaltim. Jalan-jalan negara sudah mulus dari ujung ke ujung. Hingga APBD yang terus pecah rekor.

Baca juga:   Koalisi Dosen Unmul: Jokowi Presiden Rakyat Indonesia, Bukan untuk Anaknya Saja

Sehingga ia sampai rela meninggalkan jabatannya sebagai Ketua NasDem Kaltim. Karena Anies Baswedan menolak proyek IKN. Dan kini berpaling ke ‘mantan bosnya’ Prabowo Subianto.

“Saya secara pribadi apapun yang terjadi IKN harus tetap berjalan dan jadi (sambil mengacungkan kembali jari dua),” ujarnya.

“Saya siap berada di barisan terdepan dan paling utama berkorban yang penting IKN harus berlanjut,” sambungnya.

Sementara itu, menurut Isran. Capres dan Cawapres yang menolak keberadaan IKN di Kaltim. Tidak layak menjadi pemimpin bangsa Indonesia.

“Saya punya sikap yang jelas kalau ada capres, cawapres yang menolak IKN dia bukan pemenang.”

Bagi Capres yang menolak melanjutkan IKN. Kata Isran, terindikasi bertentangan dengan kehendak rakyat Indonesia. Karena, UU IKN didukung oleh 93 persen rakyat Indonesia yang direpresentasikan anggota DPR RI di Senayan

Baca juga:   Koalisi Dosen Unmul: Jokowi Presiden Rakyat Indonesia, Bukan untuk Anaknya Saja

“Dan saya tahu siapa yang betul-betul mau melanjutkan IKN. Prabroro (pelesetkannya sambil mengacungkan jari dua kembali).”

“Jadi kalau ada yang menolak sama dengan mengkhianati kehendak rakyat Indonesia, saya gak mau sebut siapa itu. Ini bukan marah cuman memberi tahu,” pungkasnya .

Terakhir, acara tersebut di tutup dengan pembagian door prize dan senam gemoy bersama masyarakat Kaltim. (dmy/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.