Connect with us

SAMARINDA

Ramaikan Islamic Center di Malam Nisfu Sya’ban, Ribuan Warga Samarinda Diajak Bersihkan Hati Jelang Ramadan

Published

on

Ribuan jemaah padati Islamic Center Samarinda sambut malam Nisfu Sya’ban. Sekda Kaltim Sri Wahyuni ajak warga bersihkan hati dan perkuat akhlak jelang Ramadan.

Ribuan umat Muslim memadati Masjid Baitul Hikmah, Kompleks Islamic Center Baitul Mutaqen, Samarinda. Kehadiran ribuan jemaah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban—malam pertengahan bulan Sya’ban yang diyakini penuh pengampunan—sekaligus memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, hadir di tengah lautan jemaah. Dalam sambutannya, Sri menekankan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah momentum emas untuk “memutihkan” hati sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak zikir, meluruskan niat, dan mempererat tali silaturahmi.

“Ramadan adalah bulan istimewa, maka umat Muslim diminta menyambutnya dengan hati yang bersih dan penuh kegembiraan,” ujar Sri Wahyuni mengingatkan jemaah.

Bangun Jiwa, Bukan Cuma Fisik

Di hadapan ribuan jemaah yang khusyuk, Sekda menyampaikan pesan Gubernur mengenai esensi pembangunan daerah. Momentum spiritual seperti Nisfu Sya’ban dinilai tepat untuk mengingatkan bahwa kemajuan Kaltim tidak bisa hanya bertumpu pada beton dan aspal.

“Pembangunan Kalimantan Timur bukan hanya soal infrastruktur seperti jalan dan gedung, tetapi yang jauh lebih utama adalah bagaimana kita memperkuat akhlak. Jiwa masyarakatnya harus dibangun agar menjadi masyarakat yang beradab dan berintegritas,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, penguatan ibadah, khususnya salat, menjadi kunci. Sri menyebut, salat adalah benteng utama bagi generasi muda di tengah gempuran zaman.

“Salat harus menjadi pondasi utama. Jika ingin mewujudkan Generasi Emas, maka nilai-nilai salat harus tertanam kuat sejak dini,” tambah Sri.

Doa untuk Benua Etam

Menutup malam yang syahdu tersebut, Sri Wahyuni mengajak seluruh jemaah untuk tidak hanya berdoa bagi diri sendiri, tetapi juga melangitkan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan Kalimantan Timur.

“Semoga Kaltim selalu diberi hidayah oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala marabahaya, serta masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan dan keberkahan,” pungkasnya.

Acara malam itu diisi dengan rangkaian zikir bersama dan ceramah agama yang diikuti dengan antusias oleh warga hingga akhir acara, menandai kesiapan spiritual masyarakat Kaltim menyongsong bulan puasa. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.