SEPUTAR KALTIM
Realisasi ‘Gratispol’ Religi, 877 Penjaga Rumah Ibadah Kaltim Terbang Gratis ke Tanah Suci
Pemprov Kaltim sukses berangkatkan 877 penjaga rumah ibadah lintas agama lewat program Gratispol Religi tahap pertama. Marbot hingga koster gereja terbang gratis ke Tanah Suci, Vatikan, hingga Tibet.
Program “Gratispol Perjalanan Religi” yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai menampakkan hasil nyata. Pada tahap pertama pelaksanaan untuk tahun anggaran 2025, sebanyak 877 penjaga rumah ibadah lintas agama telah sukses diberangkatkan ke destinasi suci masing-masing.
Angka realisasi ini nyaris menyentuh target awal sebanyak 880 orang. Hanya tiga orang yang batal berangkat dikarenakan faktor kesehatan dan meninggal dunia.
Juru Bicara Pemprov Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa program ini merupakan proyek jangka panjang. Berdasarkan pendataan, terdapat total 5.140 penjaga rumah ibadah di seluruh Kaltim yang masuk dalam daftar tunggu. Mengingat besarnya jumlah tersebut, pemberangkatan dibagi dalam skema bertahap selama lima tahun.
“Pelaksanaannya memang bertahap hingga lima tahun ke depan. Tahun 2025 ini tahap awal sudah diberangkatkan 877 orang,” ujar Faisal di Samarinda, Minggu (1/2/2026).
Rincian dan Destinasi
Faisal merincikan, dari total 877 peserta pada kloter perdana ini, mayoritas berasal dari agama Islam sebanyak 689 orang yang diberangkatkan umrah ke Arab Saudi.
Disusul kemudian oleh pemeluk Kristen sebanyak 113 orang dan Katolik 45 orang yang bertolak ke Yerusalem dan Vatikan. Selanjutnya, 19 penjaga rumah ibadah Hindu dan 8 Buddha diberangkatkan ke India, serta 3 orang dari agama Konghucu menuju Tibet.
Kuota Bertambah Tiap Tahun
Pemerintah memastikan kuota pemberangkatan akan terus ditingkatkan setiap tahunnya untuk menuntaskan daftar antrean.
Untuk tahun 2026, target ditingkatkan menjadi 960 orang. Kemudian pada 2027 sebanyak 1.000 orang, tahun 2028 naik menjadi 1.100 orang, dan kloter pamungkas pada 2029 ditargetkan memberangkatkan 1.200 orang.
Program ini digulirkan sebagai bentuk apresiasi konkret Pemprov Kaltim atas dedikasi para marbot masjid, koster gereja, dan penjaga tempat ibadah lainnya yang selama ini mengabdi dalam sunyi. Selain itu, langkah ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam merawat toleransi antarumat beragama di Benua Etam. (ens)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari ago134 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, Asap Mulai Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga
-
BALIKPAPAN3 hari ago160 Masjid di 8Kalimantan Terhubung Internet Lewat Program Masjid Berdaya Indosat
-
BERAU3 hari agoKabut Asap Karhutla, Sekolah di Berau Terapkan Belajar dari Rumah hingga 19 September
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoISPU Kaltim Memburuk, Kutai Barat Masuk Kategori Berbahaya dengan Nilai 363
-
PARIWARA13 jam agoBAF Friends Festival di Yamaha Sentral Balikpapan, Ada Service dan Ganti Oli Gratis
-
EKONOMI DAN PARIWISATA8 jam agoHarga Sawit Kaltim Naik, TBS Umur 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kg
-
SEPUTAR KALTIM4 jam agoAntrean BBM di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Masalah Ada di SPBU
-
SEPUTAR KALTIM4 jam agoSeleksi Dirut MMP Kaltim Dipersoalkan, Batas Usia Maksimal Jadi Sorotan

