BALIKPAPAN
Sasar 14 Sekolah di Balikpapan-PPU, JNE dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke Ratusan Siswa Yatim Dhuafa
JNE Express dan Rumah Zakat Balikpapan menyalurkan bantuan sepatu dan perlengkapan sekolah untuk ratusan siswa yatim dan dhuafa. Menyasar 14 sekolah di Balikpapan dan PPU dari jenjang SD hingga SMA. Simak dampaknya bagi mereka!
Akses pendidikan yang ideal tidak hanya soal kurikulum atau kualitas pembelajaran, tetapi juga ketersediaan sarana penunjang yang memadai, baik itu seragam, sepatu, hingga alat tulis. Sayangnya, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk menikmati fasilitas tersebut dengan layak, termasuk dari kalangan yatim dan dhuafa di Kota Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU).
Merespons kondisi tersebut, JNE Express menggandeng Rumah Zakat Balikpapan turun tangan menunjukkan kepedulian. Sepanjang Januari 2026, kolaborasi ini menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada ratusan siswa di Kota Balikpapan dan Kabupaten PPU agar mereka bisa belajar dengan lebih optimal.
Distribusi bantuan menyisir 14 sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Sekolah tersebut meliputi SMAN 8 Balikpapan, SMP IT Andalusia, SMKN 4 Balikpapan, SMAN 8 PPU, MI DDI, MI Asy Syahadah, MI Mikrajul Mukminin, SDN 006 Balikpapan, SDN 003 Balikpapan, SMAN 1 PPU, SMKN 2 PPU, SMKN 4 PPU, MI Miftahul Ulum, dan MI Al Fath Lamaru.

Motivasi Baru di PPU
Penyaluran dilakukan secara bertahap. Pada 29 Januari 2026, giliran siswa SMAN 8 PPU dan SMP IT Andalusia yang menerima paket bantuan.
Para siswa pun merasa begitu senang menerima bantuan perlengkapan sekolah tersebut. Wahyu (15), siswa SMAN 8 PPU misalnya, mengaku bantuan ini menjadi suntikan moral tersendiri.
“Bantuan ini menambah semangat saya untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ujar Wahyu singkat.
Hal serupa dirasakan Alif (14), siswa SMP IT Andalusia yang akhirnya bisa mengganti perlengkapan sekolahnya yang sudah usang.
Kepala SMAN 1 PPU, Ali Roba, yang sekolahnya kedatangan tim pada 20 Januari 2026, menilai intervensi pihak luar seperti ini cukup krusial. Menurutnya, dukungan fasilitas fisik secara langsung berdampak pada psikologis dan motivasi belajar siswa di kelas.

Cerita Sepatu Rusak
Di Balikpapan, potret kebutuhan siswa terlihat lebih jelas. Di MI Asy Syahadah, Aswat (10) tak bisa menutupi kelegaannya. Ia mengaku sepatu miliknya selama ini sudah rusak, namun belum sempat mengganti yang baru. Bantuan sepatu baru yang diterimanya menjadi solusi instan bagi masalah hariannya ke sekolah.
Hal yang sama dialami Faturrahman (7) di MI DDI Balikpapan dan Nadia (8) di SDN 006 Balikpapan Selatan. Bagi mereka, tas dan alat tulis baru bukan sekadar alat belajar, tapi alasan untuk lebih semangat berangkat ke sekolah.
Tak hanya berhenti di kegiatan penyaluran ini, JNE Express dan Rumah Zakat Balikpapan pun berkomitmen untuk terus memberikan perhatian pada mereka yang membutuhkan. Inisiasi ini juga turut menjadi upaya nyata, memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak memadamkan semangat anak-anak yatim dan dhuafa dalam menuntut ilmu. (ens)
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPeran ASN Makin Krusial, Gubernur Kaltim Soroti Pentingnya Jabatan Fungsional
-
BALIKPAPAN2 hari agoEfisiensi Anggaran Pangkas Reses dan Dialog Warga DPRD Balikpapan
-
POLITIK2 hari agoParipurna DPRD Kaltim Sepakati Hak Angket, 6 Fraksi Setuju dan Sorotan Isu KKN Pemprov
-
NUSANTARA2 hari agoMenuju Satu Dekade Yamaha AEROX, Gathering Team AEROX Hadir kembali dan Buka Keseruan Perdana di Bandung
-
BALIKPAPAN2 hari agoSolar Subsidi Langka, Ratusan Sopir Truk dan Mahasiswa Datangi DPRD Balikpapan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoSuara dari Jalanan di Depan Gedung Dewan, Mahasiswa Kaltim Desak Hak Angket Segera Diputuskan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoSeleksi Paskibraka Kaltim 2026 Dimulai, Ketat dan Tanpa Titipan
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoPolemik Anggaran Laundry Rp450 Juta di Kaltim, Pemprov: Itu Bukan Hanya untuk Pakaian

