SEPUTAR KALTIM
Sejak Diluncurkan Februari 2025, Program Cek Kesehatan Gratis Kaltim Jangkau 220 Ribu Warga
Program Cek Kesehatan Gratis di Kalimantan Timur telah menjangkau 220 ribu warga sejak peluncurannya pada Februari 2025. Harapkan cakupan lebih luas pada 2026 mendatang.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mencatat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau sekitar 220 ribu warga sejak rilis secara nasional pada Februari 2025 hingga akhir tahun.
Program yang berjalan melalui puskesmas di seluruh kabupaten dan kota ini merupakan kebijakan turunan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Di Kalimantan Timur, implementasinya semakin kuat dengan dukungan teknis serta pengalokasian anggaran daerah guna mendorong deteksi dini risiko penyakit di masyarakat.
Meski menunjukkan progres positif dalam kurun waktu hampir setahun, capaian jumlah warga yang mengakses CKG tersebut masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.
Dengan jumlah penduduk Kalimantan Timur yang mencapai 4,04 juta jiwa, realisasi 220 ribu pemeriksaan menunjukkan masih luasnya cakupan layanan kesehatan preventif yang masih tertinggal. OPD terkait, perlu untuk mengejarnya.
Berbagai Elemen Masyarakat
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut capaian tersebut berasal dari berbagai segmen masyarakat melalui strategi pelayanan langsung ke sasaran.
“Hingga saat ini, lebih dari 220 ribu warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan melalui program CKG di puskesmas,” ujar Jaya Mualimin di Samarinda, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, salah satu upaya memperluas jangkauan CKG, berjalan dengan menyasar kelompok usia produktif dan pelajar.
“Program ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga anak sekolah. Pemeriksaan CKG Kaltim berjalan sesuai standar pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan,” tuturnya.
Selain pelajar, layanan CKG juga terfokus pada ibu hamil dan bayi baru lahir. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini, termasuk kelainan bawaan dan hambatan tumbuh kembang.
Dinkes Kaltim berharap program CKG dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan, tanpa harus menunggu munculnya gejala penyakit. Program ini pastinya tetap menjadi prioritas pada 2026 guna memperluas cakupan layanan di seluruh wilayah Benua Etam. (ens)
-
SAMARINDA5 hari agoSamarinda Menuju Usia 358 Tahun: Menelusuri Jejak Enam Kampung Purba dan Akar Sejarah Kota Mahakam
-
FEATURE4 hari agoBukan Sekadar di Pinggir Sungai, Ini Filosofi Mendalam di Balik Julukan ‘Samarinda Kota Tepian’
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoBibit Siklon Tropis 97S Kepung Indonesia Bagian Selatan, Begini Prediksi Cuaca Kaltim Sepekan ke Depan
-
BALIKPAPAN4 hari agoPendaftaran Balikpapan CSR Awards 2026 Dibuka, 8 Sektor Ini Jadi Prioritas Penilaian
-
PARIWARA1 hari agoBuka Semangat 2026, Yamaha WR155 R Tampil Ikonik dengan Desain Body & Grafis Anyar
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoBMKG Petakan Cuaca Kaltim Akhir Januari 2026: Dominan Hujan Menengah, Sifatnya Bawah Normal
-
NUSANTARA3 hari agoLangsung Jadi Idola, Toprak Razgatlıoğlu Bikin Kagum Pelajar SMK Negeri 39 Jakarta
-
FEATURE4 hari agoMenyusuri Denyut Nadi Kaltim: 4 Fakta Memikat Sungai Mahakam, dari Habitat Pesut hingga Mitos Air Bertuah

