NUSANTARA
Setelah Uji Coba Taksi Terbang, OIKN akan Jajal Kereta Tanpa Rel Asal China pada Agustus Mendatang
Ibu Kota Nusantara (IKN) benar-benar dipersiapkan untuk menggunakan transportasi massal modern. Bulan depan, taksi terbang akan diuji coba di Samarinda. Sebulan berselang, giliran kereta tanpa rel yang akan dicoba.
Di luar banyaknya drama dan polemik yang terjadi, tanpa terasa IKN benar-benar sudah di depan mata. Banyak hal yang awalnya masih terkesan imajinatif, kini mulai terlihat hilalnya.
Misalnya di sisi kendaraan umum. Penggunaan taksi terbang sudah mendekati kenyataan. Pada Juli nanti, pabrikan asal Korea Selatan akan menjajal unitnya di Bandara APT Pranoto Samarinda.
Setelahnya, giliran kereta otonom tanpa rel atau autonomous rail transit (ART) yang akan diuji coba di IKN pada Agustus 2024. Moda transportasi ini belakangan sering keluar dari mulut Presiden Jokowi saat berbicara di hadapan pemimpin daerah, terutama pemerintah kota.
Karena belum mendapat respons positif dari pemkot di Indonesia, presiden seperti ingin memberikan contoh terlebih dulu di IKN.
“Satu lagi yang mungkin ikonik adalah ART. Ini adalah salah satu teknologi kereta api tanpa menggunakan rel, dengan marka dan magnet saja transportasi tersebut menggunakan baterai serta pada Agustus sudah mulai dilakukan uji coba,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi, mengutip dari Antara, Selasa.
Kereta Tanpa Rel Asal China
Budi menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan lelang yang sifatnya lebih permanen terkait ART itu pada Januari 2025. Teknologi kereta tanpa rel yang akan diuji coba di IKN tersebut berasal dari China.
“Kami sudah melakukan mediasi atau pendekatan kepada pihak-pihak yang memberikan CSR. Jadi selama enam bulan ini, CSR mereka memberikan layanan gratis dan nanti pada Januari 2025 kita lakukan suatu lelang yang sifatnya lebih permanen,” kata Budi.
IKN dirancang sebagai kawasan yang menerapkan konsep kota cerdas berlandaskan prinsip hijau dan berkelanjutan. Kehadiran ART di IKN sesuai dengan prinsip tersebut, sebab mampu meningkatkan efisiensi serta keamanan dalam bermobilitas, dan yang tak kalah penting ramah lingkungan.
ART dioperasikan menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet. Dengan demikian, kendaraan itu mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi.
“IKN diharapkan dapat menjadi pelopor kota berbasis transportasi cerdas di Tanah Air dan bisa menginspirasi kota-kota lain di Indonesia dalam hal mengembangkan transportasi cerdas,” pungkas Menhub Budi. (fth)
-
PARIWARA4 hari agoYamaha Anniversary 70 Tahun, Livery Ikonik Edisi Spesial Resmi Mengaspal !
-
PARIWARA3 hari agoGas Awal Tahun Nyaman Setahun Penuh, Trik Jitu Yamaha Kaltim Bawa Pulang Nmax Neo atau Aerox Alpha
-
PARIWARA4 hari agoMAX Special Livery & TMAX TECHMAX2026 Tampil MAXimal, Dapatkan Segera MAX Special Livery & TMAX TECHMAX Melalui Order Online
-
PARIWARA2 hari agoJadi Kado Spesial di Awal Tahun, Yamaha Resmi Jual Skutik Premium TMAX di Indonesia
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoDrama ‘Prank’ Beasiswa S2 Eksekutif Berakhir, Pemprov Kaltim dan ITK Sepakat Lanjutkan Program Gratispol
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoEks Bandara Temindung “Hidup Lagi”, Dispar Kaltim Janjikan Agenda Kreatif Tiap Bulan
-
SAMARINDA2 hari agoAkses Pedalaman Kaltim Terbuka Lagi, Bandara APT Pranoto Operasikan 6 Rute Perintis
-
KUKAR1 hari agoRefleksi Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga, Seno Aji: Musuh Kita Bukan Lagi Penjajah, Tapi Disrupsi Teknologi

