Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Sudah Lampu Kuning, Tingkat Inflasi Kaltim Disebut Cukup Mengkhawatirkan

Published

on

Sudah Lampu Kuning, Tingkat Inflasi Kaltim Disebut Cukup Mengkhawatirkan
Pj Sekda Provinsi Kaltim Riza Indra Riadi.

Tingkat inflasi Kaltim disebut cukup mengkhawatirkan. Lantaran hingga akhir Agustus mencapai 4,9 persen.

Hal ini disampaikan Pj Sekda Provinsi Kaltim Riza Indra Riadi. Menurut dia, angka ini hampir setara tingkat inflasi nasional.

Diketahui Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian dengan Menteri Keuangan dan Bank Indonesia sepakat ditarget tingkat inflasi diturunkan sampai 5 persen hingga Desember 2022.

Dengan angka 4,9 persen, menurut Riza, tingkat inflasi Benua Etam cukup mengkhawatirkan pemerintah daerah sebab sudah hampir mencapai angka 5 persen.

“Ini kita sudah lampu kuning nih, sebab tingkat inflasi kita mendekati 5 persen,” ungkap Riza usai mengikuti Rakortas TPIP-TPID.

Dia mengakui sekira 12 bahan pangan Kaltim bersumber dari luar daerah terutama daerah produksi seperti Jawa dan Sulawesi serta Kalimantan Selatan yang harus dijaga stabilitasnya. Lantaran dapat memicu tingkat inflasi meninggi.

Baca juga:   Delapan Ribu Lebih Napi Se-Kaltimtara Dapat Remisi Umum HUT Ke-77 RI

Karenanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melakukan langkah-langkah dan kebijakan. Supaya suplai komoditi pangan dari daerah produksi tetap stabil sehingga harga dan stok juga tetap terjaga.

“Itu yang bisa menjaga stabilitas pangan, baik harga maupun ketersediaan (stok) sehingga tingkat inflasi rendah dan tetap terjaga stabil,” beber Riza.

Pemprov juga selalu berkoordinasi dengan kabupaten dan kota melalui instansi terkait intensif monitoring di tingkat lapang. Khususnya pengawasan dan evaluasi harga serta stok di pasar-pasar, sehingga siap melakukan operasi pasar jika diperlukan sewaktu-waktu. (redaksi)

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.