Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Wali Kota Samarinda Wacakan Pindahkan Kas dari Bankaltimtara ke Bank Lain

Published

on

samarinda
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Kaltim Faktual)

Wali Kota Samarinda berencana memindahkan rekening kas umum daerah. Dari Bankaltimtara ke bank lain yang memberi bunga lebih tinggi.

Wali Kota Samarinda Andi Harun berencana memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang selama ini disimpan di Bankaltimtara. Ke bank umum milik pemerintah yang lain.

Andi Harun belum menyebutkan nama banknya. Sebab masih dalam tahap kajian. Wali Kota mengaku sudah menurunkan Kepala BPKAD,  Sekda, dan sejumlah asisten untuk melakukan kajian.

Pertama, mengkaji atas kepatuhan pemerintah kota terhadap peraturan perundang-undangan. Kedua, mengkaji dari sisi analisis finansial.

“Termasuk analisis bisnisnya. Bisnis itu tidak selamanya bentuk usaha, tapi plus minusnya. Kalau di bank ini kita dapat untung berapa kalau di bank sana dapat untung berapa,” jelas Andi Harun kepada media pada Rabu pagi, 21 Juni 2023.

Baca juga:   Pelaku Ekonomi Kreatif Kaltim Bakal Diberi Sertifikasi Kompetensi

“Kalau dari semua sisi, dari hukumnya kita sudah patuh, dari sisi keuntungan kita lebih untung pasti kita laksanakan,” tambahnya.

Kata Andi, bunga yang ditawarkan oleh Bankaltimtara sebesar 3 persen. Sementara bank lain berani menawarkan lebih dari itu. Pemindahan itu didasari atas besarnya keuntungan dari bunga bank yang diberikan.

“Sudah ada sekitar dua bank yang menemui kepala BPKAD bahwa ia bisa memberikan mulai dari 4,5 sampai 5 persen.”

Meski begitu, ini baru sebatas pertimbangan. Ia masih menanti respons dari Bankaltimtara dulu. Jika bisa memenuhi layanan seperti bank lain tersebut. Ia tidak menutup kemungkinan akan tetap bertahan di bank daerah itu.

“Kalau Bankaltimtara tidak bisa memenuhi itu hampir pasti akan kita laksanakan,” kata Andi Harun di Gedung DPRD Samarinda.

Baca juga:   Harga Bawang di Samarinda Mulai Naik Jelang Hari Raya Iduladha

Ia juga menilai dengan bunga yang lebih tinggi akan menambah kas daerah dan membantu menyokong pelaksanaan program yang lebih banyak lagi.

Selain itu baginya ini sebagai upaya untuk memastikan pengelolaan dana APBD yang lebih efektif dan efisien.

“Kalau uang Rp10 juta saya ambil contoh, cuma bisa mengerjakan 2 gang. Tapi uang Rp15 juta bisa mengerjakan 3-4 gang,” tandasnya. (*/ens/fth)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.