Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Waspada Superflu, Warga Kaltim yang Baru Pulang dari Amerika Diminta Periksa Jika Bergejala

Published

on

Superflu terdeteksi masuk Indonesia. Dinkes Kaltim minta warga yang baru pulang dari Amerika Serikat segera periksa jika bergejala. Simak bedanya dengan flu biasa.

Fenomena penyebaran varian baru influenza atau yang populer sebagai “Superflu” tengah menjadi sorotan kesehatan nasional. Penyakit yang terlaporkan memiliki tingkat keparahan lebih tinggi daripada flu musiman ini tercatat telah masuk ke Indonesia sejak laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada akhir Desember 2025.

Varian ini awalnya merebak masif di sejumlah negara belahan barat, khususnya Amerika Serikat, sebelum akhirnya terdeteksi di beberapa wilayah di Tanah Air. Karakteristik utamanya adalah masa penyembuhan yang lebih panjang dan gejala yang lebih persisten, sehingga memicu kewaspadaan di berbagai pintu masuk daerah.

Antisipasi di Kalimantan Timur

Merespons situasi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan status kewaspadaan. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada temuan kasus konfirmasi Superflu di wilayah Benua Etam.

Kendati nihil kasus, pengawasan tidak menjadi longgar begitu saja. Pemerintah akan terus memperketat pengawasan guna mencegah potensi transmisi lokal, dengan fokus utama pada warga yang baru saja melakukan perjalanan internasional.

Jaya secara khusus menyoroti risiko dari pelaku perjalanan yang baru kembali dari negara dengan tingkat kasus tinggi. Ia meminta kelompok ini untuk memantau kondisi kesehatan secara mandiri setibanya di tanah air.

“Masyarakat harus tetap waspada, terutama bagi mereka yang baru kembali dari negara dengan kasus tinggi, seperti Amerika Serikat. Kami meminta agar pelaku perjalan luar yang mengalami gejala flu segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit agar bisa segera mrndapatkan penanganan,” ujar Jaya di Samarinda, Senin 5 Januari 2025.

Sebagai informasi, Amerika Serikat sejak akhir 2025, tengah mengalami lonjakan kasus signifikan di akhir 2025, dengan peningkatan rawat inap.

Beda Gejala dengan Flu Biasa

Secara klinis, Jaya memaparkan bahwa gejala Superflu memiliki kemiripan dengan influenza biasa, yakni demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Perbedaan mendasar terletak pada durasi masa pemulihan (recovery).

Sehingga secara sekilas, superflu sendiri bisa tampak seperti flu pada umumnya. Dalam hal ini, masyarakat perlu cermat mengenalinya. Utamanya yang berasal dari perjalanan luar negeri, terutama Amerika Serikat yang termasuk lokais merebaknya kasus.

Jika flu biasa umumnya sembuh dalam kurun waktu maksimal 10 hari, Superflu memiliki durasi sakit yang lebih panjang.

“Kalau flu biasa paling lama 10 hari itu bisa recovery, sementara ini bisa lebih 14 hari,” jelasnya.

Menyikapi fenomena ini, Pemprov Kaltim melalui Dinkes Kaltim mengimbau publik untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan.

Menerapkan upaya pencegahan bisa dengan disiplin pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan diri, memastikan asupan makanan bergizi, serta menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah terpapar virus. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.