POLITIK
Baharuddin Demmu Soroti Efektivitas Rapat Banggar, Sarankan KUA-PPAS 2022 Dibahas Dahulu Per Komisi
Ketua Fraksi PAN DPRD Kaltim Baharuddin Demmu menyoroti efektivitas rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim pada Senin (20/9/2021) lalu. Pasalnya berjalannya rapat Banggar tersebut dinilai Bahar kurang efektif apabila dibahas kalau hanya sekadar mengejar tenggat waktu pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) 2022.
Alhasil, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu tidak ingin apabila RAPBD 2022 sudah resmi disahkan, namun permasalahan menyangkut anggaran program pembangunan malah dipertanyakan kembali. Pasalnya perdebatan mulai muncul ketika tak jarang anggaran pembangunan serta bantuan malah tidak sesuai dengan kesepakatan dewan bersama pemerintah.
Bahar menekankan, permasalahan itu pun sering terjadi karena pembahasan anggaran yang terkesan hanya mengejar waktu pengesahan tanpa melihat skala prioritas usulan pembangunan maupun bantuan keuangan (Bankeu).
Guna menuntaskan permasalahan ini, Bahar mengusulkan jika pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kaltim 2022 dan RKPD Kaltim 2022 dibahas dulu per-komisi. Sebab, komisi-komisi di DPRD Kaltim menurutnya sudah membidangi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di tingkat provinsi.
“Jadi komisi itulah yang akan menelusuri hal-hal yang mana menjadi skala prioritas mana yang tidak prioritas,” terang Bahar saat ditemui.
Setelah pembahasan KUA-PPAS APBD 2022 tuntas dimasing-masing komisi, barulah kemudian hasil pembahasan anggaran dipertajam kembali di Rapat Banggar dengan dibagi bersama beberapa kelompok kerja (Pokja).
“Kalau merasa waktunya mepet dan tidak cukup maka apa yang menjadi di buku KUA-PPAS dibahas beberapa kelompok. Setelah itu barulah usulan-usulan itu dibahas dengan TAPD,” ucap Bahar.
Kendati demikian, menyangkut apa yang ia usulan mengenai efektifitas pembahasan anggaran kali ini harus menjadi kesepakatan bersama di dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Banggar. Sebab melalui usulan tersebut, Bahar menekankan agar kedepannya pembahasan anggaran atau keputusan di tiap tahapan Banggar harus menjadi kesepakatan terlebih dahulu. Sehingga, ketika sudah masuk di Banggar, Bahar berharap pembahasan anggaran klir dulu di tingkat komisi.
“Sehingga pada saat pemerintah ingin mengesahkan APBD, kesepakatan Banggar tidak berubah-ubah lagi,” tandasnya. (fn/Redaksi KF)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoHarga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Ikuti Harga Minyak Dunia
-
OLAHRAGA4 hari agoSIWO PWI Kaltim Dipastikan Masuk Kepengurusan KONI 2026-2030, Polemik Berakhir
-
BALIKPAPAN4 hari agoSatu Jemaah Wafat di Tanah Suci, 359 Jemaah Kloter Balikpapan Kembali dengan Selamat
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoKADIN Kaltim Siapkan Program Besar, Fokus Cetak SDM Unggul dan Perkuat UMKM
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoMassa Aksi Kecewa, Hak Angket DPRD Kaltim Kembali Tertunda
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKejati Kaltim Bongkar Dugaan Praktik Tambang Ilegal Bertahun-Tahun, Satu Tersangka Ditahan
-
OLAHRAGA5 hari agoTetap Semangat di Musim Perdana, Arai Agaska Terus Kejar Performa Terbaik di World Sportbike
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoRibuan PPPK Kaltim Dapat Kepastian, Gubernur Harum Pastikan Tak Ada PHK
