SAMARINDA
Daerah Banjir Banyak Lansia, Warga Pelita 8 Minta Penanganan Cepat
Beberapa OPD dari Pemkot Samarinda langsung menggelar rapat koordinasi. Untuk menangani perkara banjir di Pelita 8 yang ditinggali banyak lansia.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso mengatakan, baru-baru ini warga Pelita 8, Sambutan. Melapor ke BPBD, terkait banjir yang merendam daerah mereka.
“Saya dapat info daerah terendam banyak lansia. Ini harus diberikan perhatian khusus,” katanya, Jumat 26 Mei 2023.
Sebagai tindak lanjut, timnya langsung melakukan pengecekan lapangan. Di 2 titik, di kawasan Pelita 8 pada Senin lalu. Baik dengan penglihatan langsung, maupun menggunakan drone.
Mengingat BPBD hanya berwenang dalam hal mitigasi dan evakuasi. Maka permasalahan ini mesti melibatkan beberapa OPD. Jumat kemarin, rapat koordinasi pun digelar. Untuk mencari solusi cepat dan memungkinkan segera direalisasikan.
“Kenapa rapat ini melibatkan beberapa pihak seperti PUPR, Bapeda, DLH, hingga kecamatan dan kelurahan. Karena ingin lebih komprehensif dan lebih cepat. Kalau satu per satu kan agak lama ya,” lanjut Suwarso.
Penyebab Banjir
Suwarso bilang, BPBD sudah melakukan penanganan di sisi hilir salurah drainase Pelita 8.
“Tapi ada sisi jalan utama Sambutan yang terhambat. Kurang lebih 600-700 meter kalau itu bisa kami kerjakan,” ujarnya.
Berdasar pengecekan, ada 2 penyebab banjir di kawasan tersebut. Pertama karena aktivitas pematangan lahan. Yang membuat ruang air berkurang, serta sebagian materialnya memenuhi saluran drainase.
“Kedua terjadi penumpukan gulma dan sedimentasi atau penyempitan area sungai,” pungkasnya. (nad/dra)
-
BALIKPAPAN4 hari agoDPRD Soroti Gaya Hidup Remaja, Kasus Cuci Darah Meningkat
-
PARIWARA4 hari agoCatatan MAXI Tour Boemi Nusantara Etape Satu, Ini Deretan Jalur Ikonik dan Spot Eksotis di Sumatera Utara Untuk Pecinta Touring
-
BALIKPAPAN4 hari agoBankeu Tak Cair, DPRD Balikpapan Dorong Optimalisasi PAD
-
BALIKPAPAN2 hari agoProyek Sekolah Terpadu Islamic Center Balikpapan Ditunda
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoKlarifikasi Pemprov Kaltim Soal Kursi Pijat Rp125 Juta, Ini Fakta Sebenarnya

