BALIKPAPAN
DPRD Soroti Gaya Hidup Remaja, Kasus Cuci Darah Meningkat
Meningkatnya kasus cuci darah pada remaja di Balikpapan menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kota Balikpapan.
Anggota Komisi IV, Iim Rahman, menilai kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya kasus diabetes melitus (DM) dan gagal ginjal di usia muda.
Menurut dia, diabetes tidak lagi dapat dipandang sebagai penyakit keturunan semata. Perubahan lingkungan dan pola hidup dinilai menjadi faktor utama meningkatnya kasus pada generasi muda.
“Sekarang diabetes bukan lagi sekadar penyakit regeneratif, tetapi lebih dipengaruhi pola hidup dan lingkungan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menyoroti kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis di kalangan anak-anak dan remaja yang kian mengkhawatirkan. Banyak di antara mereka mengonsumsi jajanan tinggi gula bukan karena kebutuhan, melainkan mengikuti tren atau gaya hidup.
“Sebagian anak sebenarnya sadar, tetapi tetap mengikuti tren. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Iim mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, terkait bahaya konsumsi gula berlebihan. Ia mengingatkan bahwa penderita diabetes kini tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut, tetapi mulai banyak ditemukan pada remaja.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaku usaha makanan dan minuman, termasuk kafe, agar memperhatikan kadar gula dalam produk yang dijual. Ia menyebut peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) penting dalam melakukan pengawasan tersebut.
“Kita prihatin terhadap kondisi generasi muda. Bagaimana kita dapat mewujudkan Indonesia Emas jika banyak generasi yang terkena diabetes,” tegasnya.
Ia menyatakan akan menyampaikan persoalan ini kepada instansi terkait agar segera diambil langkah konkret.
Sebagai upaya pencegahan, Iim mengimbau remaja, khususnya generasi Z, untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi gula, memperbanyak minum air putih, serta rutin berolahraga.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Jika tidak dimulai sekarang, dampaknya akan semakin besar,” pungkasnya. (Adv/man)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoHarga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Ikuti Harga Minyak Dunia
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKejati Kaltim Bongkar Dugaan Praktik Tambang Ilegal Bertahun-Tahun, Satu Tersangka Ditahan
-
OLAHRAGA4 hari agoTetap Semangat di Musim Perdana, Arai Agaska Terus Kejar Performa Terbaik di World Sportbike
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoRibuan PPPK Kaltim Dapat Kepastian, Gubernur Harum Pastikan Tak Ada PHK
-
SAMARINDA4 hari agoPolresta Samarinda Kembalikan Motor dan HP Hasil Curian, Korban Terima Barang Bukti Gratis
-
BALIKPAPAN3 hari agoSatu Jemaah Wafat di Tanah Suci, 359 Jemaah Kloter Balikpapan Kembali dengan Selamat
-
OLAHRAGA3 hari agoSIWO PWI Kaltim Dipastikan Masuk Kepengurusan KONI 2026-2030, Polemik Berakhir
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoKADIN Kaltim Siapkan Program Besar, Fokus Cetak SDM Unggul dan Perkuat UMKM

