BALIKPAPAN
Pansus LKPJ Dorong Inspeksi Lapangan, Uji Kesesuaian Proyek
Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Balikpapan mendorong pelaksanaan inspeksi lapangan untuk memastikan kesesuaian antara laporan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan realisasi proyek di lapangan.
Anggota Pansus LKPJ, Halili Adinegara, mengatakan evaluasi tidak boleh hanya berhenti pada laporan administratif, tetapi harus disertai pengecekan langsung terhadap hasil pembangunan.
“Saya sudah mengusulkan kepada ketua pansus untuk turun langsung ke lapangan,” ujar Halili, Senin (4/5/2026).
Menurut dia, pembahasan LKPJ selama ini cenderung bersifat administratif, padahal kondisi riil di lapangan menjadi indikator utama keberhasilan program.
“Jangan hanya di atas meja. Kita harus melihat langsung fisiknya. Jika tidak sesuai, kami akan merekomendasikan pemeriksaan ulang oleh BPK atau inspektorat,” tegasnya.
Halili yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan menilai pengawasan langsung penting, mengingat setiap proyek berpotensi memiliki temuan yang perlu dievaluasi.
“Pasti ada yang perlu diperbaiki, sehingga pengawasan lapangan menjadi penting agar anggaran tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, inspeksi akan mencakup seluruh sektor pembangunan, khususnya yang menjadi mitra kerja Komisi III, dengan fokus pada proyek tahun anggaran 2025.
“Kami akan mencocokkan laporan dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai laporan selesai, tetapi pelaksanaan tidak sesuai,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan inspeksi, Pansus meminta seluruh pihak terkait hadir, mulai dari konsultan, manajemen konstruksi, kontraktor, hingga dinas teknis, guna memastikan transparansi dan kelengkapan data.
Selain itu, OPD diminta menyiapkan data lengkap terkait progres pekerjaan tahun 2025 agar dapat diverifikasi secara langsung.
“Kami minta seluruh data disiapkan, sehingga saat turun lapangan bisa langsung dicocokkan,” ucapnya.
Terkait objek peninjauan, Halili menegaskan tidak ada pengecualian, termasuk proyek pembangunan gedung DPRD.
“Semua proyek akan kami lihat, baik yang sudah selesai maupun yang belum,” tegasnya.
Rencana inspeksi lapangan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat internal Pansus LKPJ.
“Sesuai agenda, akan kami rapatkan bersama tim pansus,” katanya.
Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP), sejumlah OPD dengan anggaran besar menjadi sorotan, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perhubungan karena memiliki banyak proyek fisik.
Sementara itu, OPD dengan alokasi anggaran lebih kecil umumnya berfokus pada kegiatan administratif.
“Kalau anggarannya kecil, biasanya lebih banyak kegiatan administrasi dan minim proyek fisik,” pungkasnya. (adv/man)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoTahun Baru Islam 1448 H, Wagub Kaltim Serukan Semangat Hijrah dan Perubahan
-
OLAHRAGA2 hari agoLuar Biasa! Aldi Satya Mahendra Naik Podium Lagi di World Supersport Misano
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoHarga Sawit Kaltim Kembali Merosot, TBS Usia Produktif Kini Rp3.403 per Kg
-
PARIWARA4 hari agoSapu Bersih! Yamaha Raih 7 Gelar Bergengsi di Otomotif Award 2026
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKabar Baik untuk Media Lokal, Belanja Media Pemprov Kaltim Segera Aktif Lagi
-
NUSANTARA1 hari agoDari Pesisir Selatan Sulawesi hingga Negeri di Atas Awan Toraja, GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Perdana Celebes Expedition
-
SEPUTAR KALTIM24 jam agoDelapan Tersangka Korupsi KUR Bank BUMN di Samarinda Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp1,48 Miliar
-
PARIWARA20 jam agoReview Samsung Galaxy A06 HP Entry-Level Terbaik Samsung Tahun Ini dan Berikut Fiturnya

