SAMARINDA
Korban Longsor Keledang Mas Minta Gunung di Dekat Permukiman Mereka Dipangkas
Para korban tanah longsor di Perumahan Keledang Mas Samarinda Seberang. Mendesak pemkot untuk memangkas gunung di dekat permukiman mereka. Agar tidak terjadi musibah susulan.
Meski tak merenggut korban jiwa, bencana longsor di Perumahan Keledang Mas Samarinda Seberang telah merusak 19 properti rumah. Lima di antaranya mengalami kerusakan parah.
Sebagai langkah evakuasi, BPBD Samarinda akan segera merelokasi korban terdampak. Ke hunian yang lebih aman dengan skema menyewa.
Ketua RT 20, Aspiransyah mengungkapkan, kondisi lahan di kawasan tersebut memang tidak stabil.
“Saya terus terang agak bingung juga. Kalau sudah musim hujan ini (tanahnya bergerak), nanti kering pergerakan lagi dia,” katanya, Selasa 6 Juni 2023.
Keberadaan perbukitan membuat warga selalu waswas. Karena potensi longsor selalu mengintai. Untuk menyegah bencana susulan, dengan dampak yang lebih besar. Mereka mendesak Pemkot Samarinda, melalui BPBD dan kecamatan setempat. Untuk melakukan penanganan terhadap bukit itu.
“Kami sarankan Pak Camat dengan BPBD, segera dipangkas saja gunungnya. Supaya tidak ada lagi resapan di bawah. Nanti dialirkan ke jurang itu karena di situ ada aliran air,” lanjut Aspi.
Pemotongan itu, menurutnya, mesti segera dilakukan. Mengingat kondisi yang makin tidak bagus pascalongsor.
“Mudah-mudahan dari pihak pemerintah kota dari pihak pengembang dapat tanggap tepat, kalau tidak kami takut ada musibah rumah ambruk,” pungkasnya.
Penanganan Area Keledang Mas
Sementara itu, Kepala BPBD Samarinda, Suwarso mengatakan masih melakukan pendalaman studi areal lahan bersama Tim Geologi UMKT. Karena menangani pergerakan tanah butuh ahlinya.
“Berdasarkan hasil pelaporan ternyata memang harus dilakukan pemotongan dari bukit dan drainase,” ucap Suwarso.
Namun bentuk penanganan teknisnya, masih harus dikaji dan didiskusikan bersama semua stakeholder.
“Apakah tanah siring, apakah harus dibuat aliran, teknis pembuangannya, termasuk peralatan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Eksekusi pemotongannya menurut Suwarso, bisa berjalan dalam waktu dekat. Tergantung hasil kajian geologi dari Tim UMKT final terlebih dahulu.
“Kami tidak mau gegabah, jangan sampai penanganan ini justru menimbulkan dampak bencana lebih besar,”tegasnya.
Selanjutnya, Suwarso menyarankan pada warga Keledang Mas untuk mengungsi sementara waktu. Ke tempat yang lebih aman demi keselamatan.
Secepatnya, BPBD akan berkoordinasi dengan wali kota Samarinda. Untuk langkah lebih lanjut terkait evakuasi dan penanganan perbukitan tersebut.
“Kalau dilihat dari jangka 1 bulan sudah selesai pemotongan berarti aman bisa ditempati,” pungkasnya. (*/nad/dra)
-
NUSANTARA3 hari agoAkhiri Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M: Gubernur Kaltim Harum Putuskan Kembalikan Mobil Dinas Barunya
-
NUSANTARA3 hari agoYamaha Racing Indonesia 2026 Season Launch, Bangun Mimpi Bersama Wujudkan Kemenangan !
-
SAMARINDA2 hari agoKeseruan Ngabuburead Samarinda Book Party, Isi Waktu Menunggu Buka Puasa dengan Literasi dan Berbagi
-
SAMARINDA2 hari agoRiding & Bukber Fazio di Samarinda, Yamaha Kaltim Rangkul Generasi Muda Lewat Kelas Kreatif
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoManfaatkan Momen Ramadan, Bazar DWP Kaltim Jadi Panggung Unjuk Gigi UMKM Perempuan
-
PASER5 hari ago45 Rumah Hangus di Muara Adang Paser, Dinsos Kaltim Gerak Cepat Dirikan Dapur Umum
-
PARIWARA18 jam agoSteal The Show! Warna Special Edition Fazzio Hybrid Starry Night Siap Jadi Spotlight Utama Anak Muda Skena
-
PASER6 jam agoSambangi Korban Kebakaran di Muara Adang Paser, Gubernur Rudy Mas’ud Salurkan Bantuan Saat Safari Ramadan

