SAMARINDA
Camat Sungai Pinang ‘Ancam’ Cabut Izin Kafe dan Warung Makan yang Jorok
Pemerintah Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda mengeluarkan Surat Edaran. Isinya, seluruh pelaku usaha kuliner seperti kafe, warung makan, hingga restoran wajib menjaga kebersihan. Kalau melanggar, akan diberi sanksi teguran sampai pencabutan izin usaha. Nais Bu Camat!
Setelah melihat kondisi di lingkungan Kecamatan Sungai Pinang Samarinda yang masih kotor. Utamanya di sekitar tempat usaha kuliner. Camat setempat kemudian mengeluarkan surat edaran. Isinya mengimbau masyarakat, utamanya pelaku usaha untuk menjaga kebersihan.
Di antaranya menyapu halaman tempat usaha sebelum membuka dan menutup. Kemudian tidak membuang sampah rumah tangga di pinggir jalan. Memperindah halaman dengan penghijauan. Lalu memotong rumput dan membersihkan saluran drainase di sekitar. Juga berpartisipasi aktif menyukseskan program Probebaya dengan ikut kerja bakti gotong royong 2 kali dalam sebulan.
Camat Sungai Pinang, Siti Nurhasanah mengaku mengeluarkan Surat Edaran berdasarkan inisiatifnya saja. Tidak ada imbauan dari pemerintah kota. Sejauh ini, baru Kecamatan Sungai Pinang yang melakukannya.
“Kalau kecamatan lain, saya kurang paham mereka ada apa engga. Ini inisiatif saya sendiri. Mungkin kecamatan lain merasa sudah bersih, jadi tidak ada upaya serupa,” ungkapnya Senin, 10 Juli 2023.
Siti Nurhasanah bercerita, dirinya masih kerap menemukan sampah-sampah yang berserakan di halaman tempat makan di lingkungannya. Seperti tisu bekas, dan puntung rokok.
“Setiap hari saya lewat, saya lihat kok masih banyak yang kotor ya,” tambahnya.
Imbauan itu tak sekadar peringatan belaka. Di dalamnya juga disebutkan, apabila ketahuan melanggar. Akan diberikan sanksi sesuai Perda No. 5 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah.
Pada prosesnya, imbauan itu akan diawasi oleh berbagai pihak, seperti camat, lurah, Satpol PP dan RT setempat. Jika setelah melakukan monitoring dan evaluasi masih belum ada perubahan. Siti menyebut akan memberikan sanksi secara bertahap.
“Ya paling seminggu dua minggu setelah surat edaran itu, kalau masih belum ada perubahan, nanti kasih surat peringatan satu sampai dua. Itu lurah yang menentukan.”
“Jika sampai peringatan ketiga dan lebih masih sama, maka saya akan berkoordinasi dengan pihak perizinan,” tegas Siti Nurhasanah. (ens/fth)
-
PARIWARA5 hari agoGaji Sering ‘Numpang Lewat’? CIMB Niaga Tawarkan Banyak Fitur Lewat OCTO Savers Payroll
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPastikan Perbaiki Sistem Gratispol, Pemprov Kaltim Tepis Isu Pemutusan Sepihak Mahasiswa
-
BALIKPAPAN2 hari agoSasar 14 Sekolah di Balikpapan-PPU, JNE dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke Ratusan Siswa Yatim Dhuafa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoSinyal Positif Pertanian Kaltim, Produksi Padi 2025 Naik Tembus 270 Ribu Ton
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoRealisasi ‘Gratispol’ Religi, 877 Penjaga Rumah Ibadah Kaltim Terbang Gratis ke Tanah Suci
-
PARIWARA1 hari agoTampil di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
-
SAMARINDA4 hari agoRamaikan Islamic Center di Malam Nisfu Sya’ban, Ribuan Warga Samarinda Diajak Bersihkan Hati Jelang Ramadan
-
PARIWARA3 jam agoYamaha Gebrak Maksimal di Panggung IIMS 2026, Pamerkan Model Terbaru dan Rayakan Momen Istimewa

