OLAHRAGA
Komentar Lengkap Pieter Huistra Usai Borneo FC Ditahan Imbang PSIS
Laga PSIS kontra Borneo FC berakhir antiklimaks. Pertandingan seru, tapi tak ada gol. Dan berikut komentar lengkap Pieter Huistra usai pertandingan.
Borneo FC Samarinda kembali gagal meraih kemenangan di laga tandang. Untuk ketiga kalinya musim ini. Usai hanya meraih sekali imbang dan kalah di 2 laga away sebelumnya. Pesut Etam hanya mampu membawa pulang 1 poin ke Samarinda. Dari Stadion Jatidiri Semarang.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat sore ini berlangsung ketat. Kedua tim saling unjuk kebolehan. Baik saat menggempur, transisi, menekan, maupun bertahan. Namun absennya Fortes cukup mempengaruhi ketajaman Laskar Mahesa Jenar.
Marukawa, Setpian David, hingga wonderkid abadi Gali Freitas gagal menyarangkan gol ke gawang Nadeo yang tampil super apik di laga ini.
Begitu juga dengan Pasukan Samarinda. Tanpa Pato, pola serangan mereka masih meraba-raba. Pieter Huistra awalnya menaruh Jelle Goselink sebagai false nine. Yang sesekali di-back up oleh Adam Alis di posisi penyerang utama pada babak pertama.
Skema itu tak berjalan lancar. Pada babak kedua, Win dipercaya sebagai penyerang tengah. Ia mampu memberi kecepatan, namun tidak cukup berbahaya. Pelatih asal Belanda kemudian terpaksa memasukkan Felipe Cadenazzi yang belum 100 persen fit. Menggantikan Win yang baru bermain 30 menit.
Felipe sebenarnya mampu menjawab kebutuhan di lini depan. Positioningnya bagus. Sentuhannya juga. Ia bahkan sempat ditekel Dewangga di kotak penalti karena membuat pergerakan berbahaya. Namun wasit tidak melihat itu sebagai pelanggaran.
Pada akhirnya, pertandingan berkesudahan dengan skor 0-0. Secara statistik, PSIS unggul dari sisi tembakan, operan, akurasi umpan, peluang, hingga intersep.

Komentar Pieter Huistra
“Di babak pertama, kami berusaha untuk menekan mereka dan menggangu perlawanan dari PSIS. Kami melakukannya dengan baik di 15-20 menit pertama.”
“Setelah itu, beberapa kali lawan dapat mengembangkan permainan dan sekaligus (membuat beberapa peluang) berbahaya.”
“(Saat PSIS menggempur) kami memutuskan untuk bermain lebih kompak dan sedikit menunggu. Dan setelah itu, kami dapat mengontrol kembali.”
“Dan di babak kedua tidak terlalu seimbang bagi kedua tim. Ada beberapa perubahan. Kedua tim bisa menghalau penyerangan dari tim lawan dan berakhir dengan skor 0-0.”
“Sekarang sangat menarik melihat di Liga 1 bahwa semua tim sangat dekat satu sama lain di papan atas. Jadi, ini menunjukkan bahwa semua tim tampil percaya diri untuk musim ini.”
“Jadi, saya pikir ini menjanjikan untuk bisa menjadi liga dan musim yang bagus dan ini akan menjadi tahun yang bagus bagi Liga Indonesia. Mari berharap seperti itu,” pungkasnya.
Atas hasil ini, Borneo FC mendapat tambahan 1 poin untuk menggenapkan perolehan 8 poin dari 5 laga. Dari peringkat keempat di pekan keempat. Pesut Etam sangat memungkinkan terjun ke papan tengah pekan ini. Tergantung hasil laga tim-tim di atas. (dra)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDokter RSUD IA Moeis Samarinda Dinonaktifkan Sementara usai Komentar soal Pasien BPJS Viral
-
NUSANTARA3 hari agoMuhammad Faisal Resmi Serahkan Tongkat Estafet Ketua ASKOMPSI kepada Rudy Rinaldi
-
BERITA5 hari agoViral Dokter RSUD Inche Abdoel Moeis Diduga Komentari Pasien di Media Sosial, Nama dr. Renanda Jadi Sorotan
-
NUSANTARA5 hari ago11 Tahun Vakum, Yamaha Cup Race Padang Kembali Pecahkan Antusiasme, Lebih dari 5.000 Penonton Padati Arena
-
SAMARINDA2 hari agoRS PrimeCare Samarinda Resmi Beroperasi, Andalkan Teknologi Minimal Invasif hingga Laboratorium Genomik
-
BALIKPAPAN3 hari agoNgopi di Lokale Bisa Bawa Pulang Yamaha Grand Filano, Program Berlangsung hingga September 2026
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoPemprov Kaltim Ambil Alih Mall Lembuswana Setelah 30 Tahun, Siap Masuki Era Baru Revitalisasi
-
OLAHRAGA4 hari agoHome Race di Mandalika, Yamaha Racing Indonesia Bidik Kemenangan Perdana Seri 4 ARRC 2026

