PPU
Dispusip PPU Soroti Arsip Pemekaran Wilayah yang Belum Memiliki Kejelasan
Pengelolaan arsip menjadi hal yang krusial dalam memahami jejak sejarah suatu daerah. Hal ini pun terasa sangat relevan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang menarik perhatian setelah disorot oleh Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip (Dispusip) PPU, Sulaiman.
Menurut Sulaiman, pengelolaan arsip di daerahnya menimbulkan berbagai pertanyaan yang membingungkan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kurangnya keberadaan arsip kemerdekaan atau pemekaran PPU di tempat tersebut.
“Mestinya kita punya naskah tersebut, dari naskah tim sukses hingga dinyatakan berdirinya Kabupaten PPU,” ujar Sulaiman, yang dengan lugas menunjukkan keprihatinan terhadap kurangnya dokumentasi mengenai momen-momen penting dalam sejarah daerahnya.
Menelusuri lebih jauh, Sulaiman menyoroti naskah yang dibacakan oleh tim sukses pemekaran PPU pada 6 tahun pertama pembentukan wilayah.
Dia menemukan bahwa naskah tersebut mengalami perubahan yang signifikan. Belum ada penetapan yang jelas terkait keterlibatan politik, birokrasi, dan aspek lainnya dalam naskah tersebut.
“Tahun ke-7 baru direvisi dan diperbaiki serta ditinjau ulang dan ditetapkan oleh sekretaris daerah,” ungkap Sulaiman, menggambarkan dinamika penyusunan naskah ikrar berdirinya Kabupaten PPU.
Namun, catatan sejarah tidak berhenti di sana. Beberapa tahun terakhir, Sulaiman mencatat adanya perubahan personalia dalam tim yang terlibat dalam penyusunan naskah tersebut.
Meski Sulaiman menyatakan bahwa pihaknya tidak terlibat langsung dalam perubahan tersebut, ia menegaskan bahwa fokusnya adalah menjalankan fungsi kelembagaan dan kepegawaian yang diberikan.
“Mungkin nanti akan ada perubahan lagi dengan melibatkan tokoh-tokoh tertentu. Itu bukan masalah bagi kami karena kami hanya menjalankan fungsi yang dibebankan kepada kami,” tegas Sulaiman, menunjukkan sikap netral dalam menghadapi perubahan personalia.
Meski demikian, Sulaiman berpendapat bahwa kemungkinan perubahan itu terjadi karena terdapat hal-hal yang terlupakan sebelumnya, sehingga memerlukan penyesuaian. Baginya, hal tersebut bukanlah masalah besar yang patut dicemaskan.
Sulaiman menyebut, seiring berjalannya waktu, perjalanan arsip kemerdekaan dan pemekaran PPU terus menjadi fokus perhatian. Naskah ikrar akan terus berubah atau akan ada kesepakatan untuk menetapkannya dengan tegas, merupakan pertanyaan yang mungkin hanya dapat dijawab oleh tokoh-tokoh terkait. (nip/fth)
ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN & KEARSIPAN KALTIM
-
BERAU2 hari agoHUT RI ke-81, Dispar Kaltim Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Miang
-
SAMARINDA2 hari agoParkir Berlangganan Samarinda 2026 Mulai Diuji Coba, Pemkot Siapkan Satgas Berantas Jukir Liar
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoDua Dekade Tak Ada Upacara, PWI Kaltim Hidupkan Lagi Tradisi HUT Kemerdekaan
-
NUSANTARA2 hari ago9.405 Narapidana di Kaltim-Kaltara Terima Remisi HUT RI, 203 Langsung Bebas
-
GAYA HIDUP1 hari agoBertanding dengan Ratusan Karya, Ini 5 Grand Filano Hybrid Peraih Gelar ‘Best of The Best’ Classy Modifest
-
BALIKPAPAN12 jam agoBPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Kembali Berdaya Lewat Program PEKA

