SEPUTAR KALTIM
Disdikbud Kaltim Serius dalam Penanganan Perundungan di Sekolah
Dalam hal penanganan dan pencegahan kekerasan di sekolah, Disdikbud Kaltim membuat TPPK yang merupakan arahan Permendikbud Ristek. Bahkan, capaian pembentukan TPPK untuk satuan pendidikan di Kaltim itu memasuki peringkat 10 besar di Indonesia.
Perhatian besar diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap penanganan dan pencegahan perundungan atau kekerasan di lingkungan sekolah.
“Mulai tahun 2023, kami sangat fokus untuk menangani hal itu. Sudah terbit Permendikbud Ristek Nomor 46 Tahun 2023 yang mengarahkan tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah,” ujar Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kaltim Siti Aminah di Samarinda, Sabtu 2 Maret 2024.
Ia menjelaskan permendikbud ristek tersebut diimplementasikan ke semua satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk Kaltim untuk segera menindaklanjuti dengan adanya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah, mulai dari PAUD, SD, SMP, sampai dengan SMA.
“Capaian pembentukan TPPK untuk satuan pendidikan di Kaltim itu memasuki peringkat 10 besar di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kita serius dalam menanggulangi permasalahan perundungan ini,” katanya dikutip melalui Antaranews Kaltim.
Ia mengakui perundungan sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Perundungan bisa timbul dari sikap atau kondisi diri sendiri yang berbeda dari yang lain.
Kondisi yang dianggap berbeda ini seperti penampilan, cara berbicara, atau kebiasaan.
“Contoh kasus, misalnya ada anak yang tidak bisa berbahasa Indonesia, hanya bisa berbahasa Jawa. Dia cenderung terdiam di kelas dan menjadi sasaran teman-teman yang merasa keren atau lebih gaul,” katanya.
Perkembangan informasi saat ini, kata dia, bisa membuat perundungan semakin terlihat dan tersebar luas.
Harapannya, dengan adanya TPPK, guru-guru bisa lebih bijak dan profesional dalam menangani perundungan di sekolah.
Aminah menyampaikan pencegahan kasus perundungan bukan hanya tugas institusi pendidikan, namun orang tua dan masyarakat juga mempunyai peranan penting terhadap pembentukan karakter peserta didik.
“Itu penting untuk menguatkan budi pekerti dan mental para siswa sebagai upaya pencegahan yang efektif. Kita tentu tak mau ada lagi korban perundungan yang trauma bahkan ada yang mengakhiri hidupnya,” katanya. (rw)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoAkses Pariwisata Kaltim Semakin Mudah, Ini 2 Rute Baru Lion Air Domestik dan Internasional
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPercepat Konektivitas IKN, Rudy Mas’ud Geber Jalan, Jembatan, hingga Layanan Kesehatan di Barat Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoUngguli Samboja dan Balikpapan Barat, Camat Long Kali Dinobatkan Jadi yang Terbaik se-Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoCuaca Ekstrem Pekan Kedua Januari 2026: Kaltim Waspada Hujan Sedang, Wilayah Lain Siaga Badai
-
SAMARINDA3 hari agoLibatkan 500 Pelajar, Tari Kolosal “Tiga Pilar Budaya” Pukau Ribuan Mata di HUT ke-69 Kaltim
-
MAHULU2 hari agoEmpat Segmen Sudah Diresmikan, Rudy Mas’ud Minta Sisa 7 Km Jalan Tering-Ujoh Bilang Tuntas dalam 3-6 Bulan
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPimpin HUT ke-69 Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Tegaskan Visi “Generasi Emas” dan Pemerataan Ekonomi
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoTak Sekadar Jual Pemandangan, Dispar Kaltim Fokus Poles SDM dan Ekosistem Kreatif

