SEPUTAR KALTIM
Tingkatkan Akuntabilitas Pemerintah dengan Penguata SPIP
Setiap instansi pemerintah wajib menerapkan SPIP dan penilaian risiko. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas pemerintah.
Penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintah yang mengarah pada clean and good governance.
Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ence Achmad Rafiddin Rizal menuturkan Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), setiap instansi pemerintah secara garis besar diwajibkan untuk menerapkan SPIP.
Dalam PP tersebut, yaitu pada pasal 13 sampai dengan pasal 17, juga dinyatakan bahwa Pimpinan Instansi Pemerintah wajib melakukan penilaian risiko.
Penilian risiko yaitu dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis risiko atas tujuan instansi pemerintah maupun tujuan pada tingkatan kegiatan.
Namun, hasil evaluasi oleh Tim Evaluator Inspektorat Daerah Provinsi Kaltim pada tahun 2023 mengungkapkan bahwa Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur memiliki bobot “26,42” dengan interpretasi “Belum Sadar Risiko”.
“Ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian di Dinas tersebut terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali, sehingga keterkaitannya dengan risiko-risiko yang memengaruhi pencapaian tujuan organisasi,”katanya pada kegiatan Bimbingan Teknis SPIP dan Manajemen Risiko Dinas Perkebunan, di Hotel Mercure, Senin 13 Mei 2024.
Untuk mengatasi hal ini, dilaksanakanlah Bimbingan Teknis selama 4 hari mulai dari tanggal 13 hingga 16 Mei 2024.
Harapannya melalui Bimtek ini ada kesamaan persepsi/ pemahaman pengendalian intern di Dinas Perkebunan Kaltim agar menjadi lebih baik.
Selain itu dapat meningkatkan bobot penerapan Sistem Manajemen Risiko terhadap maturitas pengendalian internal.
Hal ini diharapkan dapat memastikan kegiatan yang tepat sasaran dan pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen Renstra Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. (rw)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Kaltim Mulai Menurun, Apakah Ancaman Asap dan Kekeringan Sudah Berakhir?
-
SAMARINDA4 hari agoPolresta Samarinda Amankan 37 Orang Dugaan Pencurian Kabel Bermodus Penggalian Jalan
-
SAMARINDA17 jam agoAir Sungai Karang Mumus Mendadak Hijau, DLH Samarinda Selidiki Dugaan Pencemaran
-
OLAHRAGA2 hari agoAmar Brkic Pecahkan Rekor 13 Tahun di Borneo FC, Golnya Bukan Sekadar Penentu Kemenangan
-
SEPUTAR KALTIM17 jam agoAduan Upah Karyawan PT Ekaliya Purnamasari, Seno Aji Minta Disnakertrans Turun Tangan
-
PARIWARA2 hari agoWarga Samarinda Beli Yamaha NMAX, Malah Bawa Pulang Fazzio Gratis
-
SAMARINDA5 hari agoLebih dari 60 Titik Galian Ditemukan di Samarinda, Dugaan Pencurian Kabel Bikin Wali Kota Turun Tangan
-
BALIKPAPAN4 hari agoPasokan Air Bersih Balikpapan Terbatas, Ini Cara Mengatur Kebutuhan Air di Rumah

