OLAHRAGA
Semua Hal yang Perlu Diketahui tentang Liga 1 Musim 2024/25
Bersamaan dengan pertandingan terakhir Liga 1 2023/24, PT LIB sudah mengumumkan beberapa hal untuk kompetisi musim depan. Dari kick off hingga regulasi terbaru.
PT LIB selaku operator liga telah mengumumkan beberapa hal yang berkaitan dengan kompetisi musim depan. Hal ini disampaikan lebih cepat untuk memberi kepastian pada klub dan pemain. Berkaitan dengan masa libur, persiapan pra musim, kontrak pemain, dan perencanaan lainnya.
Ada sejumlah perubahan pada kompetisi musim 2024/25. Seperti kuota pemain asing, hingga penggunaan VAR pada pertandingan. Berikut apa saja yang sudah diputuskan dan belum oleh PT LIB.
Yang Sudah Diputuskan
Kick off Liga 1 2024/25
Kompetisi Liga 1 2024/25 akan berlangsung dari Agustus 2024 hingga Mei 2025, atau selama 10 bulan.
“Kompetisi Liga 1 akan dimulai pada 2 Agustus 2024 dan akan berakhir pada bulan Mei 2025,” ujar Direktur Utama (Dirut) LIB, Ferry Paulus, Jumat.
Jadwal kick off musim ini sedikit lebih mundur ketimbang musim lalu, di mana kick off dimulai pada bulan Juli.
Kuota Pemain Asing
Jika musim 2024/24 Liga 1 membolehkan klub mengontrak 5+1 pemain asing. Dengan rincian 5 bebas dan 1 harus berasal dari ASEAN. Pada musim depan, kuotanya bertambah jadi 8 asing.
Dari 8 itu, 6 berasal dari negara mana saja, dan 2 dari Asia. Ferry tak menyinggung secara spesifik apakah Asia ini hanya ASEAN seperti sebelumnya.
Meski memiliki 8 pemain asing, setiap klub tak bisa memainkan seluruhnya di saat bersamaan. Begini, 8 asing boleh masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP). Buat yang belum familiar dengan istilah DSP, ini adalah susunan pemain awal dan daftar cadangan.
Tapi, hanya boleh maksimal 6 asing yang bermain bersamaan, dengan rincian 5 negara bebas dan 1 pemain Asia. Hal itu berlaku hingga akhir pertandingan. Jadi jika pemain Asia yang bermain sejak awal diganti, penggantinya harus pemain lokal atau sesama pemain asing Asia. Begitu juga pemain berstatus ‘bebas negara’, hanya boleh maksimal 5 di lapangan.
Regulasi U-23
Bertambahnya pemain asing tak akan mengganggu partisipasi pemain muda di Liga 1. Setiap klub masih harus memainkan pemain U-23 sejak awal, maksimal 45 menit. Regulasi ini diketahui sempat dicabut jelang akhir kompetisi musim ini, karena Timnas U-23 berlaga di Piala Asia dan Kualifikasi Olimpiade.
Klub Terverifikasi
PT LIB mewajibkan semua klub Liga 1 harus terverifikasi nasional. Item-item yang dinilai adalah kesiapan venue, finansial, dan lainnya yang berkaitan dengan teknis. Sejauh ini, baru 9 klub yang sudah terverifikasi Liga 1.
Yang Belum Diputuskan Liga 1
Jadwal
Sudah memiliki tanggal pasti untuk kick off, namun PT LIB belum menyelesaikan penyusunan draft jadwal semusim penuh. Prosesnya kali ini akan lebih rumit karena PSSI sudah mewanti-wanti, jadwal liga tak boleh berbenturan dengan agenda timnas, meski bukan agenda resmi FIFA.
VAR
Sudah dipastikan VAR akan digunakan pada kompetisi reguler musim ini. Namun PT LIB belum memberi pengumuman resmi, apakah VAR akan digunakan pada semua pertandingan atau tidak.
PR penggunaan VAR di Liga 1 sejauh ini masih belum adanya ruang khusus VAR di stadion. Sehingga masih menggunakan VAR mobile, di mana ruang operatornya berada di dalam mobil khusus. Juga kesiapan SDM. Pada masa penerapan awal di Championship Series lalu, beberapa wasit lapangan, termasuk Thoriq Alkatiri sempat menyambi jadi wasit VAR.
Format Kompetisi
Untuk pertama kalinya musim ini Liga 1 menggunakan format babak gugur untuk penentuan juara. Sebanyak 4 tim teratas di musim reguler akan bertarung lagi dalam format semifinal.
Konsekuensi dari format ini adalah level kompetisi menurun. Karena akhirnya, semua klub akan ogah mengejar puncak klasemen karena toh belum tentu juara juga. Konsisten tak de gune.
Namun, PT LIB belum menyinggungnya, sehingga besar kemungkinan, format Championship Series akan kembali dipakai.
Penonton Away
Musim ini PT LIB melarang semua klub menerima penonton away. Sehingga di stadion hanya ada supporter tim tuan rumah.
Pada praktiknya, tetap banyak penonton away yang datang, namun menyamar sebagai penonton umum. Bisa dibilang regulasi ini tak berjalan dengan baik. Dan belum ada pengumuman apakah akan dilanjutkan atau tidak. (dra)
-
NUSANTARA5 hari agoAkhiri Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M: Gubernur Kaltim Harum Putuskan Kembalikan Mobil Dinas Barunya
-
NUSANTARA4 hari agoYamaha Racing Indonesia 2026 Season Launch, Bangun Mimpi Bersama Wujudkan Kemenangan !
-
SAMARINDA4 hari agoKeseruan Ngabuburead Samarinda Book Party, Isi Waktu Menunggu Buka Puasa dengan Literasi dan Berbagi
-
SAMARINDA3 hari agoRiding & Bukber Fazio di Samarinda, Yamaha Kaltim Rangkul Generasi Muda Lewat Kelas Kreatif
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoManfaatkan Momen Ramadan, Bazar DWP Kaltim Jadi Panggung Unjuk Gigi UMKM Perempuan
-
PASER2 hari agoSambangi Korban Kebakaran di Muara Adang Paser, Gubernur Rudy Mas’ud Salurkan Bantuan Saat Safari Ramadan
-
PARIWARA2 hari agoSteal The Show! Warna Special Edition Fazzio Hybrid Starry Night Siap Jadi Spotlight Utama Anak Muda Skena
-
PARIWARA1 hari agoSempurnakan Perjalanan Menuju Hari Raya, Bersama Sparepart, Oli Asli, dan Apparel Spesial dari Yamaha

