SEPUTAR KALTIM
Ketua DPRD Kaltim Pastikan Respons Aspirasi Mahasiswa Tolak Kampus Kelola Tambang, Tapi Keputusan Tetap di Pusat
Di waktu berbeda, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud memastikan akan merespons aspirasi mahasiswa dalam aksi menolak kampus kelola tambang. Namun, keputusan tetap berada di Pusat.
Pada Kamis, 6 Februari 2025 lalu, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kaltim melakukan aksi di depan Kantor DPRD Kaltim di Karang Paci. Mereka menuntut penolakan atas pembahasan UU Minerba.
Sebagai informasi, Undang-Undang Minerba tengah dalam pembahasan di ranah pusat. Baleg DPR RI mengusulkan universitas dan UMKM agar mendapatkan izin untuk mengelola tambang. Menyusul ormas keagamaan yang telah mendapat izin mengelola tambang.
Dalam aksi Kamis lalu, mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan berorasi. Mereka juga ingin bertemu dengan pimpinan DPRD Kaltim. Meski berhasil memasuki gerbang, mereka tak bertemu dengan satupun dari DPRD.
Massa aksi terpaksa bubar saat waktu menunjukkan lewat dari jam 6 sore. Setelah basah kuyup akibat dipukul mundur oleh aparat kepolisian dengan menggunakan Water Cannon.
Respons Ketua DPRD Kaltim
Pada malam harinya, Ketua DPRD Kaltim Hassanuddin Mas’ud memastikan akan menampung dan melanjutkan aspirasi oleh mahasiswa. Namun keputusan tetap berada di pusat.
“Kami di DPRD hanya bisa menampung dan melanjutkan aspirasi teman-teman mahasiswa tadi. Tapi keputusannya dari pusat.”
“Kalau saya selaku unsur pemerintahan, ya (hanya bisa) ngikutin, tapi kalau secara pribadi saya kurang sreg lah,” kata pria yang akrab disapa Hamas Kamis, 6 Februari 2025.
Menurutnya, isu pertambangan legal di Kaltim sendiri masih menuai banyak persoalan. Mulai dari lubang tambang hingga berbagai persoalan lainnya yang berdampak pada lingkungan. Sehingga Hamas mengaku dirinya satu tujuan dengan mahasiswa.
Hamas bilang, kalau menolak aturan dari pusat, itu tidak bisa. Namun, Ia masih bisa memberi masukan dan saran terkait pembahasan UU minerba, sesuai dengan aspirasi para mahasiswa.
“Pastilah (kami respons), karena kami adalah wakil daerah, semua pasti kami respons, kami tampung. Dan memberi saran ke pusat. Tapi yang memutuskan dari pusat, kami cuma bisa menjalankan.”
Untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, Hamas menyebut membuka peluang pertemuan dan diskusi dengan mahasiswa. Sehingga aspirasi mereka bisa sampai secara langsung. Waktu dan tempatnya perlu diatur lebih lanjut.
“Pertemuan dengan mahasiswa saya kira bisa, kalau kemarin pas kita kunjungan keluar semua, makanya nggak ketemu,” pungkasnya. (ens)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoEkspor Perikanan Kaltim Melesat, 56 Ton Produk Laut Segar Terbang ke China Setiap Bulan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Buka Seleksi Komisaris dan Direksi BUMD 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
-
PARIWARA2 hari agoYamaha Kaltim Luncurkan Warna Baru GEAR ULTIMA Hybrid di Karnaval Gear Ultima 2026, Usung Desain Dual Tone Lebih Modern
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoYamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair 2026, Hadirkan Sensasi MotoGP untuk Pecinta Balap
-
SAMARINDA3 hari agoAnggota DPRD Kaltim Darlis Pattalongi Dorong Partisipasi Masyarakat di Era Demokrasi Digital
-
EKONOMI DAN PARIWISATA21 jam agoKaltim Siapkan 15 Ribu Hektare Sawah Baru untuk Dukung Swasembada Beras
-
PARIWARA1 hari agoAuto Lebih Percaya Diri! Kolaborasi Yamaha x Kahf Sulap Grand Filano Hybrid Jadi Ala Classy Modern Explorer
-
SAMARINDA8 jam agoJelang Tahun Ajaran Baru, Pemprov Kaltim Percepat Pembenahan SMAN 10 Samarinda

