SEPUTAR KALTIM
Darlis Pattalongi: Transparansi Anggaran Harga Mati, Publik Harus Ikut Mengawasi
Transparansi dalam perencanaan dan penganggaran daerah ditegaskan sebagai “harga mati” dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan demokratis. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kalimantan Timur, M Darlis Pattalongi, dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-2 di kawasan Budaya Pampang, Samarinda Utara, Sabtu 14 Maret 2026.
Dalam forum tersebut, Darlis tampil sebagai narasumber utama dan menyoroti pentingnya keterbukaan anggaran sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
“Transparansi anggaran itu harga mati. Karena uang yang dikelola adalah uang rakyat, maka rakyat berhak tahu ke mana dan untuk apa anggaran itu digunakan,” tegas Darlis.
Ia menilai, tanpa transparansi, berbagai potensi penyimpangan akan sulit dicegah. Mulai dari ketidaktepatan alokasi hingga intervensi kepentingan tertentu dalam proses penyusunan anggaran.
“Kalau tidak terbuka, publik tidak bisa mengawasi. Di situlah celah penyimpangan muncul,” lanjutnya.
Darlis juga mendorong masyarakat agar lebih aktif terlibat dalam proses perencanaan pembangunan, seperti melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) maupun forum penyerapan aspirasi oleh DPRD.
Sementara itu, narasumber pertama, Elviandri, menegaskan bahwa perencanaan dan penganggaran pada dasarnya merupakan bagian dari proses politik yang harus mencerminkan kepentingan publik.
“Dokumen perencanaan itu bukan sekadar administrasi, melainkan dokumen politik yang memuat pilihan-pilihan publik. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa transparansi fiskal harus disertai dengan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.
“Transparansi bukan hanya membuka data, tetapi juga memastikan data itu bisa dipahami oleh masyarakat luas,” jelasnya.
Di sisi lain, narasumber kedua, Selamat Said, mengingatkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan transparansi.
“Masyarakat jangan hanya diam. Harus berani bertanya, memberi masukan, dan mengawasi jalannya kebijakan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kesadaran publik terhadap hak informasi perlu terus ditingkatkan agar kontrol sosial terhadap pemerintah semakin kuat.
“Kalau masyarakat peduli, maka ruang untuk penyimpangan akan semakin sempit,” tambahnya.
Diskusi yang dipandu oleh Kamarsam ini juga menyoroti pentingnya transparansi fiskal dalam meningkatkan akuntabilitas, membangun kepercayaan publik, serta mencegah praktik korupsi. Keterbukaan informasi mengenai pendapatan, belanja, dan pengelolaan aset daerah dinilai sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan yang baik.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan akses informasi, kapasitas aparatur, hingga hambatan digitalisasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan sistem penganggaran yang transparan dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan perannya dalam mengawal kebijakan publik, sehingga pembangunan daerah benar-benar berjalan sesuai kebutuhan dan kepentingan bersama. (am/lim)
-
OLAHRAGA4 hari agoRider Yamaha Konsisten Kuasai Mandalika Racing Series 2026, Fahmi Basam, Rendi Oding dan M Abid Ashar Tetap Pimpin Klasemen
-
HIBURAN4 hari agoCIMB Niaga Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026, Rayakan Kebersamaan dan Dukung Industri Kreatif Nasional
-
BERITA2 hari agoViral Dokter RSUD Inche Abdoel Moeis Diduga Komentari Pasien di Media Sosial, Nama dr. Renanda Jadi Sorotan
-
NUSANTARA2 hari ago11 Tahun Vakum, Yamaha Cup Race Padang Kembali Pecahkan Antusiasme, Lebih dari 5.000 Penonton Padati Arena
-
PARIWARA3 hari agoYamaha Fazzio Special Edition Sunset Blue Meluncur, Tampil Retro Summer dengan Nuansa Senja yang Makin Skena
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoDokter RSUD IA Moeis Samarinda Dinonaktifkan Sementara usai Komentar soal Pasien BPJS Viral

