SEPUTAR KALTIM
Didesak Soal Solusi Konkret, Pertamina Sediakan Bengkel untuk Kendaraan yang Jadi Korban BBM di SPBU
Pertamina berencana membuka layanan bengkel gratis di sejumlah SPBU di Kaltim. Langkah ini menyusul banyaknya keluhan warga soal kendaraan tersendat bahkan mogok usai mengisi BBM di SPBU.
Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kaltim, Pertamina menyatakan bahwa BBM yang mereka distribusikan sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan. Namun, pernyataan tersebut belum memuaskan para anggota dewan.
Komisi II lantas mendesak Pertamina memberikan solusi konkret, bukan hanya pernyataan yang terkesan membela diri. Salah satu yang disepakati dalam forum adalah pembukaan bengkel resmi di titik-titik SPBU.
Pertamina Siapkan Bengkel Respons Keluhan BBM
Bengkel yang direncakan ini bertujuan agar bisa langsung menangani kendaraan yang tersendat atau bahkan mogok usai mengisi BBM di SPBU.
Region Manager Retail Sales Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselan, mengatakan hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap konsumen.
“Insyaallah kami akan membuka layanan pemeriksaan di bengkel-bengkel resmi sesuai dengan mereknya, tadi sudah kami konfirmasi. Memang di pusat kami sudah ada semacam perjanjian dengan bengkel resmi,” papar Addieb usai RDP.
Mengingat masalah kerusakan kendaraan yang diduga karena BBM ini tak sedikit. Maka Pertamina siap membuka masing-masing satu bengkel di setiap kabupaten/kota di hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.
“Satu kota/kabupaten, terutama wilayah yang terdampak sekarang,” ungkapnya.
Biaya dan Jenis Pelayanan Masih Belum Pasti
Mengenai mekanisme layanan bengkel yang disediakan SPBU, sejauh ini pihaknya belum punya kepastian yang jelas. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu sebelum mengumumkan soal layanan ini ke publik.
“Jadi mohon bersabar, secepatnya kami lakukan pembicaraan dulu sama teman-teman. Nanti kalau enggak dilakukan pembicaraan, teman-teman datang ke sana (bengkel), tapi mereka belum diinfo, kan malah miskom nanti.”
Terkait biaya layanan bengkel, Addieb belum bisa memastikan apakah akan digratiskan atau berbayar. Ia juga belum menjelaskan apakah layanan hanya berupa pemeriksaan atau mencakup perbaikan kendaraan yang rusak usai mengisi BBM.
Dalam RDP 9 April 2025, forum turut menyarankan agar bengkel beroperasi 24 jam. Namun, hal itu masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak perusahaan.
“Kami targetnya diselesaikan secepatnya dulu ya, soal durasi bengkelnya nanti kan kami bicarakan dengan bengkelnya,” aku pria tersebut. “Kami periksa dulu, ya,” ucapnya berulang saat ditanyai mengenai mekanisme bengkel di SPBU oleh awak media. (tha/sty)
-
KUKAR4 hari agoMaskot MTQ Kaltim di Kukar Masih Rahasia, Disebut Kental Nuansa Kutai
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoCadangan Air Menipis, Kaltim Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Air
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDua Polemik Mobil Mewah di Kaltim Berakhir dengan Pengembalian Uang ke Kas Daerah
-
OLAHRAGA3 hari agoShell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge Serbu Sidoarjo, Sensasi Adventure Makin Memanas
-
KUKAR4 hari agoKukar Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah MTQ Kaltim
-
KUKAR3 hari agoBeseprah Jadi Ruang Kesetaraan, Aulia Rahman Basri: Semua Membaur dengan Warga
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoCIMB Niaga Raih Dua Penghargaan Internasional, Pembiayaan Hijau Capai Rp66 Triliun
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoBesok Dimulai, Pariwisata Fest 2026 Hadir di Lembuswana Mall Samarinda

