MAHULU
Resmikan Jalan Tering–Ujoh Bilang, Gubernur Rudy Mas’ud: Mahulu Kini Tak Lagi Tergantung Jalur Sungai
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud resmikan Jalan Tering–Ujoh Bilang. Akses darat Kubar-Mahulu terbuka, warga tak lagi bergantung sepenuhnya pada transportasi sungai.
Sejarah baru bagi konektivitas di pedalaman Kalimantan Timur akhirnya tercipta. Ketergantungan masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terhadap transportasi sungai yang mahal dan bergantung cuaca, kini perlahan berakhir.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, secara resmi meresmikan Ruas Jalan Tering–Ujoh Bilang Segmen I hingga IV pada Selasa 6 Januari 2025. Peresmian ini menjadi penanda terbukanya akses darat yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahulu.
Dalam sambutannya, Rudy menegaskan bahwa jalan ini adalah jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat yang selama puluhan tahun terisolasi.
“Pembangunan ini adalah bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menghadirkan infrastruktur yang berkeadilan. Konektivitas antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu kini semakin terbuka,” tegas Rudy.
Akhiri Penantian 80 Tahun
Ruas jalan yang diresmikan memiliki panjang efektif 28,325 kilometer. Kehadirannya memangkas waktu tempuh dan biaya logistik secara signifikan, yang sebelumnya membengkak karena harus menggunakan speedboat atau kapal kayu.
Gubernur Rudy memaknai momen ini sebagai wujud pemerataan pembangunan setelah lebih dari delapan dekade Indonesia merdeka.
“Tersambungnya Mahakam Ulu dan Kutai Barat bukan sekadar soal aspal dan jembatan, tetapi tentang keadilan sosial. Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, masyarakat Mahakam Ulu kini benar-benar merasakan terhubung dengan dunia luar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jalur sungai,” ujarnya.
Akses Menuju IKN
Selain mempermudah mobilitas harian, terbukanya jalur ini diproyeksikan Rudy sebagai pembuka akses ekonomi menuju pusat pertumbuhan seperti Samarinda, Balikpapan, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN). Distribusi hasil bumi akan lebih lancar, dan harga barang di Mahulu harapannya bisa lebih stabil.
Namun, ia mengingatkan tantangan berat berikutnya adalah perawatan. Kondisi medan yang ekstrem menuntut pemeliharaan rutin agar jalan tidak kembali putus. Pemerintah juga berkomitmen melengkapi jalur ini dengan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) demi keamanan malam hari.
Peresmian ini turut disaksikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, serta jajaran Forkopimda kedua kabupaten. (ens)
-
PARIWARA4 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA3 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA3 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA2 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA23 jam agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’
-
SAMARINDA3 hari agoCetak Rekor di Kalimantan, Korem 091/ASN Raih Kartika Award sebagai Wilayah Bebas Korupsi

