SAMARINDA
Libatkan 500 Pelajar, Tari Kolosal “Tiga Pilar Budaya” Pukau Ribuan Mata di HUT ke-69 Kaltim
Meriahkan HUT ke-69 Kaltim, 500 pelajar Samarinda tampilkan tari kolosal bertema Tiga Pilar Budaya: Pesisir, Pedalaman, dan Keraton di GOR Kadrie Oening.
Atmosfer GOR Kadrie Oening, Sempaja, berubah magis pada Kamis 9 Januari 2026. Gemuruh musik etnik yang dimainkan secara live. Berpadu dengan hentakan kaki ratusan penari, menyulap arena olahraga tersebut menjadi panggung budaya raksasa.
Pertunjukan tari kolosal ini menjadi sajian utama dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur. Diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim melalui UPTD Taman Budaya. Atraksi ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan narasi tentang identitas.
Sebanyak 500 pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Samarinda tumpah ruah ke lapangan. Mereka berasal dari SMK Negeri 2, 3, 5, dan SPP Samarinda, serta SMA Negeri 1, 2, 3, 5, 10, hingga SMA Negeri 16 Samarinda.
Energi mereka semakin sempurna dengan tambahan penampilan 50 penari inti. Juga iringan musik hidup dari 10 pemusik andal. Kolaborasi ini melibatkan Yayasan Borneo Etnika Kaltim, Sanggar Seni Budaya Telabang, dan Sanggar Tana Mekam.
Filosofi Tiga Pilar
Di balik kemegahan visual tersebut, tersimpan pesan mendalam mengenai jati diri Benua Etam. Agus Setiaji, salah satu koreografer di balik pementasan ini, menjelaskan bahwa karyanya mengusung konsep “Tiga Pilar Budaya Kalimantan Timur”, yakni budaya Pesisir, Pedalaman, dan Keraton.
“Dalam karya tari massal dan kolosal ini, kami mengangkat konsep tiga pilar budaya Kalimantan Timur, yakni pesisir, pedalaman, dan keraton. Ketiganya bukan berdiri sendiri, tetapi saling menguatkan dan membentuk karakter Kalimantan Timur yang berdaulat, berbudaya, dan berdaya saing,” ujar Agus.
Menurut Agus, tarian ini dirancang untuk mengirimkan pesan bahwa modernisasi dan pembangunan menuju “Generasi Emas”—sesuai tema HUT tahun ini—tidak boleh mencabut masyarakat Kaltim dari akar budayanya. Keharmonisan gerak para penari menjadi simbol persatuan di tengah kemajemukan suku yang ada di Kaltim.
Apresiasi untuk Pelestarian
Agus pun menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah daerah yang memberikan ruang ekspresi bagi generasi muda untuk merawat warisan leluhur.
“Selamat Hari Jadi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke-69. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, serta UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur atas komitmennya untuk terus menjaga, merawat, dan mengembangkan kebudayaan sebagai roh pembangunan daerah,” tutupnya.
Pertunjukan yang berlangsung emosional ini sukses menghipnotis ribuan pasang mata yang hadir, sekaligus menegaskan harapan agar Kaltim semakin maju dalam pendidikan tanpa kehilangan pijakan identitas budayanya. (ens)
-
POLITIK3 hari agoDPRD Kaltim Siapkan Tindak Lanjut Temuan BPK, Dari Beasiswa Gratispol hingga Kredit Produktif Bankaltimtara
-
HIBURAN5 hari agoReview Film: Keluarga Suami Adalah Hama, Ketika Pernikahan Tidak Hanya Tentang Dua Orang
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKisah Si Bejo, Sapi 1 Ton Asal Kaltim yang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto
-
POLITIK3 hari agoParipurna Hak Angket DPRD Kaltim Dijadwalkan 10 Juni, Banmus Klaim Sudah Final
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoHydropower 300 MW di Mahakam Ulu Disorot, Rudy Mas’ud Minta Listrik Tak Hanya Terang di Kota
-
PARIWARA3 hari agoAnti Ribet! Aplikasi Y-ON Yamaha Bikin Touring Jarak Jauh Makin Seru dan Praktis
-
SAMARINDA2 hari agoUtang Pemkot Samarinda Rp400 Miliar, Andi Harun Alihkan 80 Persen APBD 2026 untuk Bayar Kewajiban
-
BALIKPAPAN2 hari agoDisparpora dan KONI Balikpapan Perkuat Persiapan Atlet serta Fasilitas Menuju Porprov VIII Paser 2026

