BERAU
Di Balik Pesona Pantai Payung-Payung, Rudy Mas’ud Soroti Abrasi yang Ancam Jalan Bandara
Memiliki pesona batu karang unik dan pasir putih, Pantai Payung-Payung kini terancam abrasi. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tinjau lokasi yang mulai menggerus jalan bandara.
Pantai Payung-Payung di Pulau Maratua bukan sekadar destinasi biasa. Sesuai namanya, kawasan ini memiliki landmark alami yang ikonik: sebuah batu karang raksasa di bibir pantai yang bentuknya menyerupai payung. Saking besarnya, batu ini kerap menjadi tempat berteduh wisatawan dari terik matahari tropis.
Keindahannya tak perlu menjadi keraguan. Hamparan pasir putih halus berpadu dengan air laut biru jernih yang kaya biota ikan. Dari tepian pantai ini, pengunjung juga tersuguhi pemandangan siluet Pulau Kakaban di kejauhan, serta momen matahari terbenam (sunset) yang magis. Tak heran jika lokasi ini menjadi spot wajib kunjung bagi pelancong, terutama di bulan-bulan cerah seperti Juli dan Agustus.
Namun, di balik eksotisme alam tersebut, ancaman kerusakan lingkungan kini terpampang nyata. Pengikisan garis pantai atau abrasi mulai mengancam infrastruktur vital di kawasan ini.

Jalan Bandara Terancam
Kondisi kritis ini menjadi perhatian utama Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, saat melakukan tinjauan lapangan, Sabtu 17 Januari 2026.
Bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, Gubernur Rudy menyusuri garis pantai hingga jembatan tambat kapal.
Sorotan utama tertuju pada dampak abrasi yang terjadi di kawasan depan Bandara Maratua. Di titik ini, hempasan ombak telah menggerus bibir pantai hingga mendekati badan jalan aspal. Kondisi ini tampak sangat mengkhawatirkan karena berpotensi memutus akses transportasi jika tidak segera tertangani.
Merespons situasi tersebut, Gubernur langsung memberikan instruksi tegas. Ia meminta agar penanganan teknis segera disiapkan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Berau.
“Coba dibuat perencanaannya dan diusulkan,” perintah Rudy di lokasi.
Selain meninjau titik rawan, Gubernur juga mengecek bangunan penahan ombak di dekat permukiman warga yang sebelumnya terbangun secara swadaya menggunakan Dana Desa.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menjaga keberlanjutan Maratua. Bagi Rudy, Maratua harus dilindungi bukan hanya sebagai aset wisata unggulan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang aman bagi masyarakat pesisir. (ens)
-
PARIWARA5 hari agoHari Pelanggan Nasional 2026, Yamaha Siapkan Promo dan Kejutan untuk Konsumen
-
OLAHRAGA4 hari agoARRC Sepang 2026: Wahyu Nugroho Menang Lagi, Yamaha Racing Indonesia Panen Podium
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Kaltim, 20 Puskesmas Disiapkan Jadi Rumah Oksigen untuk Antisipasi ISPA
-
GAYA HIDUP3 hari agoCUSTOMAXI 2026 Dimulai di Semarang, 85 Motor Adu Kreativitas Modifikasi
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKarhutla Kaltim Memburuk, ISPU PM2.5 Masuk Kategori Tidak Sehat
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoBankaltimtara Raih KEJAR Award 2026, Terbaik di Kalimantan
-
KUTIM4 hari agoKaltim Perkuat Usulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Taman Bumi Nasional
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKarhutla Mengintai, Posko Siaga Darurat Kaltim Dioptimalkan

