SEPUTAR KALTIM
Kantongi Laporan BPK, Seno Aji Janji Perketat Pengawasan Lingkungan Tambang
Wagub Kaltim Seno Aji terima LHP BPK terkait kepatuhan tambang Semester II 2025. Pemprov janji perketat pengawasan lingkungan dan tindak lanjuti rekomendasi auditor.
Tata kelola pertambangan di Kalimantan Timur kembali mendapat sorotan serius. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim resmi menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan terkait aspek lingkungan hidup dan kehutanan pada sektor pertambangan untuk Semester II Tahun 2025.
Dokumen hasil audit tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, di Ruang Mulawarman Kantor BPK Perwakilan Kaltim, Rabu 21 Januari 2026. Penyerahan ini juga disaksikan oleh jajaran pimpinan DPRD Kaltim serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Jadi Bahan Koreksi Kebijakan
Merespons hasil pemeriksaan tersebut, Wagub Seno Aji menegaskan bahwa laporan ini akan menjadi instrumen vital bagi pemerintah provinsi. Ia menilai catatan BPK sangat objektif dan komprehensif sebagai dasar untuk membenahi celah dalam regulasi maupun pengawasan di lapangan.
“LHP ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kebijakan dan pengawasan, agar pembangunan sektor pertambangan tetap berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan,” tegas Seno Aji usai acara.
Seno memastikan Pemprov Kaltim tidak akan menutup mata. Komitmen pengawasan terhadap korporasi tambang akan Ia perketat, terutama dalam kepatuhan mereka terhadap regulasi lingkungan dan kehutanan. Tujuannya agar eksploitasi sumber daya alam tidak meninggalkan dampak buruk berkepanjangan bagi masyarakat.
Desakan Perbaikan Sistemik
Di sisi lain, Kepala BPK Perwakilan Kaltim, Mochammad Suharyanto, mengingatkan bahwa penyerahan LHP ini bukan sekadar formalitas administrasi. Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti rekomendasi yang tertuang dalam laporan tersebut sesuai rencana aksi yang telah menjadi kesepakatan.
Menurut Suharyanto, audit kepatuhan ini bertujuan memperbaiki efektivitas tata kelola. Temuan-temuan yang diungkap harus dijawab dengan perbaikan sistem yang konsisten.
“Wujud pembenahan serta bukti keseriusan dari setiap komponen pemerintah untuk menunjukkan akuntabilitas kepada masyarakat atas penggunaan keuangan daerah, tata kelola keuangan, dan pelayanan masyarakat yang akuntabel dan transparan serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Suharyanto.
LHP ini menjadi “alarm” bagi pemangku kebijakan untuk memastikan aktivitas pertambangan di Benua Etam benar-benar taat aturan, khususnya dalam menjaga daya dukung lingkungan hidup. (ens)
-
OLAHRAGA4 hari agoAmar Brkic Pecahkan Rekor 13 Tahun di Borneo FC, Golnya Bukan Sekadar Penentu Kemenangan
-
SAMARINDA2 hari agoAir Sungai Karang Mumus Mendadak Hijau, DLH Samarinda Selidiki Dugaan Pencemaran
-
PARIWARA4 hari agoWarga Samarinda Beli Yamaha NMAX, Malah Bawa Pulang Fazzio Gratis
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAduan Upah Karyawan PT Ekaliya Purnamasari, Seno Aji Minta Disnakertrans Turun Tangan
-
OLAHRAGA4 hari agoBorneo FC Bawa Modal 5 Gol ke Markas PSS, Tapi Ada Tantangan yang Menanti
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBanyak Kendaraan Perusahaan Masih Pakai Pelat Luar Kaltim, Diminta Segera Ganti KT
-
NUSANTARA2 hari agoEmpat Bocah Samarinda dan Seekor Bekantan: Kisah Kecil yang Mengajarkan Arti Peduli
-
OLAHRAGA3 hari agoMenang di Kandang PSS, Mauro Jeronimo Ungkap Pekerjaan Rumah Borneo FC

