Connect with us

SAMARINDA

Keseruan Ngabuburead Samarinda Book Party, Isi Waktu Menunggu Buka Puasa dengan Literasi dan Berbagi

Published

on

Komunitas Samarinda Book Party menggelar ‘Ngabuburead’ ke-2 pada Ramadan 2026. Kali ini, bertempat di Taman Samarendah. Tak hanya baca dan sharing isi buku, mereka juga membagikan ratusan takjil hasil donasi dan buka puasa bersama.

Menunggu waktu berbuka puasa biasanya dihabiskan dengan berburu takjil atau jalan-jalan di sore hari. Namun, puluhan anak muda yang tergabung dalam Komunitas Samarinda Book Party memilih kegiatan berbeda.

Mengusung konsep Ngabuburead, mereka yang memang suka membaca buku, memadukan hobi dengan aksi sosial. Meski sedang dalam suasana Ramadan, kegiatan Book Party rutin di Samarinda ini masih berjalan seperti biasanya, bahkan dengan nuansa yang lebih berkesan. Sebab tak hanya baca buku, mereka juga menambah agenda dengan kegiatan berbagi makanan berbuka puasa kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Taman Samarendah ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WITA pada Minggu, 1 Maret 2026. Book Party merupakan agenda kumpul baca edisi ke-67 terhitung dari komunitas literasi ini berdiri sejak 2024 lalu.

Berbekal donasi swadaya sebesar Rp1.570.000 yang terkumpul hanya dalam waktu enam hari, komunitas ini sukses menyalurkan 299 paket takjil.

Sebanyak 234 paket dibagikan kepada pengendara di Jalan Awang Long, Jalan Basuki Rahmat, hingga Jalan Bhayangkara. Sementara 65 paket sisanya dinikmati bersama saat sesi buka puasa bersama di Museum Samarinda.

Ngabuburead Tahun Kedua

Aksi sosial ini merupakan tahun kedua bagi Samarinda Book Party. Koordinator Komunitas Samarinda Book Party, Rahman menjelaskan bahwa tahun ini ada perubahan lokasi dari yang sebelumnya di Taman Cerdas kini di Taman Samarendah. Agar titik berbagi lebih luas.

Selain itu, agenda kali ini terangkai dengan buka puasa bersama untuk mempererat solidaritas tim Komunitas Samarinda Book party dan peserta yang hadir.

“Tujuannya untuk menanamkan rasa berbagi dan menjadi ajang silaturahmi bagi para pecinta buku, terlebih di bulan Ramadan ini,” ujar Rahman.

Mengenai konsistensi membaca di tengah ibadah puasa, Rahman menyebut hal itu sudah menjadi gaya hidup bagi kebanyakan bookmates (sebutan anggota komunitas). Ia menekankan bahwa membaca buku tidak harus mengganggu target ibadah lainnya di bulan Ramadan ini.

“Kalau secara personal karena sudah jadi kebiasaan. Saat Ramadan, ibadah tetap jalan, dan di sela-sela itu—misalnya momen ngabuburit—kita isi dengan sharing buku. Tujuannya buat motivasi teman-teman agar tetap baca buku dan bisa menceritakannya di agenda rutin book party,” jelasnya.

Dorong Kualitas SDM di Ruang Terbuka Hijau

Ke depannya, Rahman berharap antusiasme donasi bisa terus meningkat agar lebih banyak takjil yang bisa disalurkan ke masyarakat pada agenda mendatang. Ia juga mengajak anak muda Samarinda untuk lebih aktif dalam kegiatan positif yang produktif.

“Selalu ramaikan kegiatan-kegiatan positif dari komunitas yang ada di Samarinda biar manfaatnya terasa ke IPM kita. Mari sama-sama buat kota ini jadi kota yang cerdas dan nyaman untuk mengaktualisasi diri di Ruang Terbuka Hijau (RTH),” pungkas Rahman. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.