SEPUTAR KALTIM
Darlis Pattalongi Resmi Nahkodai KKW Kaltim, Bawa Semangat Persatuan Warga Wajo dan Harmoni Antar Etnis
Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Wajo (KKW) Kalimantan Timur resmi dilantik dengan Darlis Pattalongi sebagai ketua. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi warga asal Wajo yang bermukim di Benua Etam untuk memperkuat solidaritas sekaligus memperluas kontribusi dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Timur.
Acara pelantikan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Wajo, Andi Rosman, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, dan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Kehadiran para kepala daerah tersebut menjadi simbol dukungan terhadap peran organisasi kemasyarakatan berbasis kedaerahan dalam memperkuat persatuan dan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Darlis Pattalongi menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan resmi KKW Kalimantan Timur. Menurutnya, organisasi ini menjadi wadah yang telah lama dinantikan masyarakat Wajo yang menetap dan beraktivitas di berbagai daerah di Kalimantan Timur.
“Kita bersyukur karena orang-orang Kalimantan Timur yang berasal dari Tanah Wajo sekarang sudah memiliki wadah yang resmi melalui Kerukunan Keluarga Wajo. Pilar organisasi ini sudah berdiri dan resmi,” ujarnya.
Perkuat Solidaritas Perantau Wajo

Darlis menegaskan keberadaan KKW tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul sesama warga Wajo di perantauan. Lebih dari itu, organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi sarana memperkuat solidaritas, mempererat silaturahmi, dan membangun semangat saling mendukung di berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, warga Wajo yang telah lama merantau dan berkontribusi di Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk terus berkembang bersama melalui wadah organisasi yang terstruktur.
“Mudah-mudahan keberadaan KKW ini bukan hanya bermanfaat secara internal, tetapi juga secara eksternal,” kata Darlis.
Ia berharap semangat kebersamaan dan saling memotivasi antaranggota dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan serta mendukung pembangunan daerah.
“Semangat untuk saling memotivasi sebagai orang-orang Kaltim yang berasal dari Tanah Wajo harus terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Jaga Harmoni dan Nilai Budaya di Tengah Keberagaman
Selain memperkuat hubungan internal, Darlis juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan berbagai kelompok masyarakat lainnya di Kalimantan Timur. Ia menilai organisasi berbasis kedaerahan harus menjadi perekat sosial yang memperkuat persatuan, bukan justru menciptakan sekat-sekat antar kelompok.
“Dengan adanya KKW ini, mudah-mudahan orang-orang Wajo yang berada di Kalimantan Timur terus membina semangat persatuan dengan etnis lain,” katanya.
Menurut Darlis, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan masyarakat Wajo sejak lama. Ia menyebut tiga prinsip utama yang menjadi pegangan warga Wajo dalam kehidupan bermasyarakat, yakni sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge.
Prinsip sipakatau mengandung makna saling memanusiakan dan menghormati sesama tanpa memandang latar belakang.
“Sipakatau artinya saling menghormati siapa pun dia,” jelasnya.
Sementara sipakalebbi berarti saling menghargai, baik terhadap profesi, status sosial, maupun peran seseorang dalam masyarakat.
“Sipakalebbi artinya saling menghargai apa pun profesinya,” ujarnya.
Adapun sipakainge berarti saling mengingatkan untuk kebaikan bersama, termasuk memberikan masukan konstruktif bagi masyarakat maupun pemerintah.
“Sipakainge berarti harus saling mengingatkan. Mengingatkan sesama masyarakat dan juga mengingatkan pemerintah demi kemajuan daerah kita,” kata Darlis.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi KKW dalam menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat Kalimantan Timur yang majemuk dan terus berkembang.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud berharap kepengurusan yang baru dilantik mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
Dengan resmi terbentuknya kepengurusan Kerukunan Keluarga Wajo Kalimantan Timur, organisasi ini diharapkan menjadi wadah yang mampu mempererat persaudaraan warga Wajo sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Benua Etam. (Gi/am)
-
LIPUTAN KHUSUS5 hari agoRumah Lunas, SHM Tak Pernah Terbit: Kisah 35 Tahun Penantian Warga Perumahan Korpri Loa Bakung
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKuasa Hukum Agus Hari Kusuma Nilai Tuntutan Jaksa dalam Kasus DBON Kaltim Tidak Berdasar Fakta Persidangan
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKorupsi Dana DBON Kaltim Masuki Babak Akhir, Eks Kadispora Dituntut 3,5 Tahun dan Ketua Pelaksana 6 Tahun Penjara
-
OLAHRAGA4 hari agoMusorprov KONI Kaltim Tetapkan Calon Tunggal Ketua, KONI Pusat Ingatkan Bahaya Konflik Internal
-
OLAHRAGA4 hari agoSeno Aji Targetkan Kaltim Masuk Lima Besar PON 2028, Minta KONI Baru Fokus Prestasi dan Efisiensi
-
SAMARINDA4 hari agoWarga Korpri Loa Bakung Pertanyakan Ketimpangan dengan Karpotek, Desak Kepastian SHM Setelah Menunggu Puluhan Tahun
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoPemprov Kaltim Salurkan Rp288,5 Miliar Lewat Gratispol, Unmul Jadi Penerima Terbanyak
-
PARIWARA4 hari agoNight Race Perdana Warnai Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2026 di Kalimantan Barat

