Connect with us

OLAHRAGA

Turnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru

Published

on

Turnamen biliar Deadline Headline Bola 9 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur di De Ale Billiard, Samarinda, menjadi ajang silaturahmi antara insan pers dengan berbagai mitra sekaligus mendorong lahirnya talenta baru olahraga biliar di daerah.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 64 peserta. Mereka berasal dari anggota PWI se-Kalimantan Timur serta sejumlah perwakilan instansi pemerintah, lembaga pemasyarakatan, dan perusahaan yang menjadi mitra PWI.

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Nidya Listiyono, mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Ia sekaligus menyampaikan salam dari Gubernur Kaltim dan Wakil Gubernur Kaltim yang berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota.

“Terima kasih saya sudah diundang. Salam hormat dari Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur. Beliau belum bisa hadir karena berada di luar kota,” kata Nidya Listiyono, Jumat (28/8/2026) malam.

Menurut Nidya, turnamen biliar merupakan salah satu kegiatan positif yang perlu terus dikembangkan. Ia berharap kegiatan olahraga seperti ini dapat menjadi budaya di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, penyelenggara, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Saya berharap kegiatan-kegiatan semacam ini terus dilaksanakan. Tetap bersinergi dengan pemerintah, dengan stakeholder, dengan siapa pun yang mau memberikan dukungan untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.

Nidya juga berharap Deadline Headline Bola 9 tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini. Ia mendorong agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan kembali dengan cakupan peserta yang lebih luas.

“Mudah-mudahan Deadline Headline Bola 9 ini ada versi-versi berikutnya yang lebih banyak merangkul semua elemen,” katanya.

PWI Kaltim Bidik Talenta Biliar untuk Ajang Nasional

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kultur olahraga di kalangan wartawan.

Menurut Rahman, PWI Kaltim selama ini memiliki agenda olahraga tahunan melalui Pekan Olahraga Wartawan Daerah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus persiapan wartawan untuk mengikuti kompetisi olahraga pada jenjang yang lebih tinggi.

“Kami di PWI punya agenda tahunan Pekan Olahraga Wartawan Daerah yang digelar setahun sekali,” ujar Rahman.

Ia menyebut agenda olahraga wartawan akan berlanjut ke tingkat nasional. Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) berikutnya direncanakan berlangsung di Lampung pada April mendatang.

“Insya Allah pada bulan April akan ada Pekan Olahraga Wartawan Nasional yang dilaksanakan di Lampung,” katanya.

Karena itu, Rahman melihat turnamen biliar sebagai salah satu momentum untuk menemukan peserta yang memiliki potensi menjadi atlet dan nantinya dapat memperkuat kontingen Kaltim pada ajang nasional.

“Seingat saya Provinsi Kaltim belum pernah menyumbangkan medali di cabang olahraga biliar. Mudah-mudahan dengan adanya turnamen ini teman-teman dari cabang olahraga biliar menemukan talenta-talenta yang nanti bisa diturunkan pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional,” ujarnya.

Selain mengejar prestasi, Rahman menilai olahraga juga penting untuk menjaga kebugaran wartawan. Aktivitas fisik, menurutnya, dapat menjadi sarana positif untuk membangun pola hidup yang lebih sehat.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini teman-teman semakin sadar bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini positif untuk menjaga diri supaya kita bisa lebih baik lagi dalam menjaga kehidupan yang lebih sehat,” katanya.

Double Eliminasi untuk Perkuat Silaturahmi

Ketua PWI Kaltim Billiard Club, Yudi Adi Prabowo, menjelaskan turnamen Deadline Headline Bola 9 digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain anggota PWI dari berbagai daerah di Kaltim, panitia juga mengundang sejumlah mitra PWI dari instansi pemerintah, lembaga pemasyarakatan, hingga perusahaan.

“Kita mengadakan turnamen Bola 9 PWI Kaltim dalam rangka memperingati 17 Agustus. Kita mengundang teman-teman PWI se-Kaltim dan mitra-mitra PWI seperti dinas-dinas, lapas, dan juga perusahaan-perusahaan supaya lebih erat lagi dan lebih terjalin hubungan silaturahmi antara PWI dan mitra,” ujar Yudi.

Sebanyak 64 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Pertandingan digelar selama dua hari menggunakan sistem double elimination.

“Hari ini dari 64 ke 32 peserta, besok dari 32 sampai final. Kita pakai sistem pertandingan double eliminasi,” jelasnya.

Sistem tersebut dipilih agar peserta yang mengalami kekalahan pada pertandingan pertama masih memiliki kesempatan untuk kembali bertanding.

“Kalau ada yang kalah masih bisa main untuk yang kedua kalinya. Kenapa kita pakai double eliminasi, biar silaturahmi makin terjalin. Walaupun sekali main kalah, masih bisa main lagi. Kita tidak mencari menang kalah di sini, tetap jalinan silaturahmi yang paling penting,” ujarnya.

Yudi mengatakan respons peserta terhadap turnamen cukup positif. Fasilitas pertandingan yang disediakan De Ale Billiard juga mendapat apresiasi dari para peserta.

“Alhamdulillah senang semua. Apalagi dengan mejanya, kita di-support sama De Ale. Mejanya bagus katanya mereka,” ungkapnya.

Peserta dari luar Samarinda, termasuk dari Bontang dan Tenggarong, disebut menikmati pertandingan dengan fasilitas yang tersedia.

“Teman-teman dari Bontang, dari Tenggarong main ke sini, nyaman lah ibaratnya,” katanya.

Yudi berharap turnamen tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan PWI Kaltim. Ia juga menargetkan jumlah peserta meningkat pada penyelenggaraan berikutnya.

“Harapannya acara seperti ini bisa jalan terus setiap tahunnya. Teman-teman mitra makin erat lagi silaturahmi sama kami dan makin banyak lagi nanti tahun depan yang ikut. Jangan cuma 64, kalau bisa 128 peserta atau lebih. Intinya lebih banyak lagi,” pungkas Yudi. (Gi/am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER