Connect with us

KUKAR

Erau Adat Kutai 2026 Masuk KEN, Budaya Kutai Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Published

on

Erau Adat Kutai 2026 kembali menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kutai Kartanegara sekaligus membuka ruang bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tahun ini, Erau Adat Kutai masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program Kementerian Pariwisata yang memuat 125 event terpilih dari 38 provinsi. Erau tercatat sebagai salah satu event KEN dari Kalimantan Timur.

Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri pembukaan Erau Adat Kutai 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (20/9/2026).

Menurut Hetifah, masuknya Erau dalam kalender KEN dapat menjadi ruang lebih luas untuk mengenalkan budaya Kutai Kartanegara sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi yang tumbuh di sekitar penyelenggaraan festival.

“Erau merupakan festival budaya yang berkelanjutan dan tahun ini masuk dalam KEN,” ucap Hetifah.

Kementerian Pariwisata sendiri menyebut KEN 2026 diarahkan bukan hanya sebagai rangkaian perayaan budaya, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat pariwisata dan mendorong dampak ekonomi di daerah.

Erau Dan Peluang Ekonomi Kreatif

Bagi Hetifah, penyelenggaraan kegiatan kebudayaan memiliki potensi yang lebih luas ketika dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai sektor.

Ia berharap perhatian pemerintah pusat terhadap kegiatan kebudayaan dapat terus diperkuat. Menurutnya, kegiatan budaya tidak semestinya hanya dilihat dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari peluang ekonomi yang dapat muncul ketika pelaksanaannya terhubung dengan sektor kreatif.

“Kalau dikelola dengan baik, kegiatan kebudayaan bisa memberikan dampak terhadap perekonomian, terutama melalui sektor ekonomi kreatif,” katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan arah KEN 2026 yang menempatkan event daerah sebagai bagian dari pengembangan destinasi. Kementerian Pariwisata menyebut proses kurasi KEN mempertimbangkan antara lain ide dan inovasi, strategi pemasaran, manajemen kegiatan, pengelolaan keuangan, serta dampak event.

Dalam konteks Erau, berbagai kegiatan yang hadir selama festival dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi, pelaku seni, masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata.

Pemerintah Provinsi Kaltim juga menilai Erau bukan sekadar kegiatan seremonial. Dalam pembukaan Erau 2026, Pemprov menyebut tradisi tersebut sebagai bagian dari perjalanan sejarah dan kebudayaan Kutai Kartanegara yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Memperluas Promosi Budaya Kutai

Selain aspek ekonomi, Hetifah menyoroti pentingnya menjaga Erau sebagai warisan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, konsistensi pelaksanaan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar budaya Kutai Kartanegara tidak hanya dikenal pada saat festival berlangsung, tetapi juga terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap penyelenggaraan Erau ke depan dapat berkembang dengan jangkauan promosi yang lebih luas. Tidak hanya mengundang perhatian masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga membuka peluang agar budaya Kutai semakin dikenal di tingkat internasional.

“Erau merupakan festival budaya yang berkelanjutan dan tahun ini masuk dalam KEN,” kata Hetifah.

Masuknya Erau dalam KEN 2026 memberikan ruang promosi dalam kalender event pariwisata nasional. Bagi pengembangan daerah, festival budaya seperti Erau juga dapat menjadi titik temu antara upaya pelestarian tradisi dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan demikian, keberlanjutan Erau tidak hanya berkaitan dengan menjaga rangkaian adat, tetapi juga bagaimana masyarakat dan pelaku kreatif di sekitarnya dapat ikut mengambil manfaat dari semakin luasnya perhatian terhadap budaya Kutai Kartanegara. (Ara/ty/Am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER