Connect with us

BERITA

750 Atlet Pencak Silat di Balikpapan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Published

on

Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan Kota Balikpapan 2026 diikuti sekitar 750 atlet. Seluruh peserta telah memiliki perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui program JKK dan JKM.

Ratusan atlet pencak silat yang berlaga dalam Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan Kota Balikpapan 2026 mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebanyak 414 atlet didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sementara atlet lainnya telah lebih dulu terdaftar.

Langkah ini menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kejuaraan yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di Gedung IHSCC Politeknik Negeri Balikpapan. Sebab, selain mengejar prestasi, keselamatan atlet selama mengikuti pertandingan juga perlu diperhatikan.

Kejuaraan bertema Spirit Juang Balikpapan: Melestarikan Budaya, Meraih Prestasi tersebut diikuti sekitar 750 atlet dari berbagai perguruan pencak silat di Balikpapan. Pesertanya berasal dari sejumlah kelompok usia, mulai pra usia dini, usia dini, pra remaja, remaja, hingga dewasa.

414 Atlet Didaftarkan, Dua Program Jadi Perlindungan

Perlindungan bagi para atlet diberikan melalui dua program BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Program JKK memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan dalam aktivitas yang tercakup kepesertaan. Manfaatnya meliputi pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, JKM memberikan manfaat kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, sesuai persyaratan program.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan, M. Hasbi Asshiddiqqi, mengapresiasi langkah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Balikpapan yang turut memperhatikan perlindungan atlet.

“Kami mengapresiasi IPSI Kota Balikpapan yang tidak hanya berkomitmen meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan para atlet. Dengan adanya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, para atlet diharapkan dapat bertanding dengan lebih tenang, fokus, dan penuh semangat untuk meraih prestasi terbaik,” ujar Hasbi.

Menurutnya, pendaftaran 414 atlet menjadi langkah positif untuk memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya di lingkungan olahraga.

“Kami menyambut baik langkah penyelenggara yang memastikan seluruh atlet memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini menjadi contoh positif bahwa kegiatan olahraga dan perlindungan terhadap risiko dapat berjalan beriringan,” tambahnya.

IPSI Dorong Prestasi dan Pelestarian Pencak Silat

Ketua IPSI Kota Balikpapan, H. Muhaimin, S.T., M.T., terus mendorong pengembangan potensi atlet melalui penyelenggaraan kejuaraan. Ajang ini menjadi wadah pembinaan, peningkatan prestasi, sekaligus upaya melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

BPJS Ketenagakerjaan menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan organisasi olahraga, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui kerja sama tersebut, kegiatan olahraga diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan atlet.

Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan Kota Balikpapan 2026 pun menjadi salah satu contoh bagaimana pembinaan olahraga dan perlindungan jaminan sosial dapat berjalan beriringan. (Am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER